• Jumat, 20 Mei 2022

Cegah Konflik dengan Manusia, Gajah Bunga Dipasang GPS

Senin, 27 Desember 2021 - 18.59 WIB
105

Petugas memasang alat GPS satellite collar pada induk gajah bernama Bunga, untuk mendeteksi pergerakan kelompok Gajah Bunga.

Kupastuntas.co, Tanggamus - Untuk mencegah konflik dengan manusia, tim satgas penanggulangan konflik gajah sumatera bersama petugas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) memasang alat Global Positioning System (GPS) Satellite Collar pada induk gajah bernama Bunga.

GPS satellite collar merupakan alat pelacak berbasis sistem navigasi satelit, untuk memantau pergerakan kawanan gajah sumatera (Elephant Maximus Sumatranus) agar tidak mendekati atau masuk pemukiman dan perkebunan warga.

Dengan pemasangan alat tersebut, diharapkan bisa mencegah terjadinya konflik gajah dengan manusia yang selama ini kerap terjadi di wilayah Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat dan Lampung Barat. Alat GPS satellite collar dipasang pada gajah betina bernama Bunga yang sudah berusia 30 tahun. Bunga merupakan pemimpin kawanan gajah liar yang selama ini kerap masuk perkebunan dan pemukiman warga. Selama ini kawanan gajah ini dikenal dengan nama Kelompok Bunga.

"Pemasangan GPS satellite collar pada kelompok Gajah Bunga pertama kali dilakukan pada pertengahan bulan Mei 2020, namun pada akhir bulan Oktober 2021 GPS terlepas dan ditemukan petugas. Makanya kali ini kami pasang kembali alatnya," kata Kepala SPTN Wilayah 1 Sukaraja, Sasriful Yadi, Senin (27/12).

Sasriful Yadi mengatakan, pergerakan kelompok Gajah Bunga yang beranggotakan 12 ekor gajah itu mencapai daerah Suoh Lampung Barat. Kelompok tersebut juga berhasil menarik 5 ekor gajah dari daerah Biha, untuk ikut bergabung dalam kelompok itu.

"Namun seiring waktu ke-17 individu gajah tersebut terpecah menjadi dua kelompok yakni kelompok Gajah Bunga yang berjumlah 14 ekor dan kelompok Gajah Jambul berjumlah 3 ekor," terang Sasriful.

Sasriful mengungkapkan, tim satgas telah menyampaikan kondisi terakhir Gajah Bunga yang telah kembali bergabung dengan kelompoknya dalam kondisi sehat, pasca dipasang alat GPS Satellite Colar. 

"Upaya tindak lanjut yang akan dilakukan adalah melakukan monitoring pergerakan gajah secara intensif melalui penunjukan personel, blokade gajah secara terjadwal dan terus menerus serta pengalokasian anggaran blokade sebagai tindak lanjut dari pemasangan GPS," kata dia.

Plt Kepala Balai Besar TNBBS, Ismanto menambahkan, GPS satellite collar yang telah dipasang pada gajah akan memberikan informasi keberadaan kelompok Gajah Bunga, sehingga konflik antara gajah dan masyarakat dapat dideteksi sejak dini untuk mencegah dampak kerugian lebih besar. 

“Data pergerakan gajah yang diperoleh dari GPS satellite collar bermanfaat untuk memetakan pola pergerakan gajah di TNBBS, guna kepentingan tata ruang dan pemanfaatan wilayah. Diharapkan setelah kembali terpasangnya GPS pada kelompok Gajah Bunga, upaya mitigasi konflik dapat lebih efektif dan efisien,” papar dia.  

Ia melanjutkan, yang tidak kalah penting dengan adanya pemasangan alat itu adalah terwujud harmonisasi berbagi ruang antara masyarakat dengan gajah dapat terjalin dengan baik. (*)

Video KUPAS TV : BUANG SAMPAH SEMBARANGAN, ENAM WARGA METRO DIDENDA 150 RIBU