• Kamis, 18 Agustus 2022

Dibuka Presiden Jokowi, Sarasehan FRPKB di Unila Angkat Isu Kekerasan Seksual di Kampus

Selasa, 21 Desember 2021 - 14.47 WIB
144

Juru Bicara Rektor Unila, Kahfi Najaruddin, di dampingi Ketua Pelaksana Sarasehan Nasional FRPKB, Ageng Sadnowo, saat ditemui di ruang Rektorat Unila, Selasa (21/12/2021). Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Rangkaian kegiatan Sarasehan Nasional Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB), yang dilangsungkan di Universitas Lampung (Unila) pada 22-24 Desember 2021, rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

"Selain Presiden Joko Widodo yang membuka langsung sarasehan forum rektor, akan hadir juga beberapa Menteri," ujar Juru Bicara Rektor Unila, Kahfi Najaruddin, saat ditemui di ruang Rektorat Unila, Selasa (21/12/2021).

Menurutnya, setelah presiden Joko Widodo membuka Muktamar ke-34 NU sekitar pukul 10.30 WIB di pondok Pesantren Darussaadah Lampung Tengah, maka beliau akan beranjak ke Unila.

"Setelah pembukaan Muktamar itu Presiden akan langsung ke Unila untuk membuka sarasehan FRPKB. Yang itu diperkirakan waktunya pukul 13.00 WIB sampai 14.00 WIB," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, kegiatan Sarasehan tersebut akan mengupas isu tentang Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, serta kekerasan seksual di lingkungan kampus.

"Kita sengaja sarasehan FRPKB bertepatan dengan Muktamar NU, supaya momen ini, untuk memperkenalkan sarasehan dan kampus Unila," timpalnya.

Sementara Ketua Pelaksana Sarasehan Nasional FRPKB, Ageng Sadnowo menyampaikan, inti dari acara forum rektor ini adalah titik tolaknya dimana para anggota rektor ini akan membahas bersama terkait langkah forum rektor kedepan.

"Seperti mendukung dan peran aktif atas peraturan dari pemerintah pusat, apapun bagian dari program nawacita presiden," kata Ageng.

Apa yang diinginkan oleh pemerintah jelasnya, maka pihaknya juga mengambil bagian untuk ikut andil dalam penguatan bangsa.

"Fokus bagaimana penguatan karakter bangsa ini dimulai dari kampus, karena kampus inilah yang membentuk pola pikir mahasiswa," ucapnya. (*)