Pengembangan Lobster di Lampung Melalui Korporatisasi, Kusnardi: Kita Cari Pengusahanya
Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kusnardi. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan pengembangan kawasan lobster melalui korporatisasi (proses transformasi perusahaan, dari personal menjadi korporasi), guna memaksimalkan potensi perikanan budidaya di daerahnya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menyetujui, bahwa Lampung harus dapat mengembangkan lobster agar bisa bersaing dengan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Kita sekarang pengembangan-pengembangan melalui korporatisasi. Karena pengembangan lobster itu perlu modal, kita cari pengusahanya, apakah dia itu dari awal sampai akhir yang mengelolanya, atau seperti apa nanti tergantung pengusahanya," ujar Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kusnardi, saat dihubungi kupastuntas.co, Rabu (15/12/2021).
Namun lanjutnya, pengembangan itu bisa juga menggunakan kelompok tani, seperti memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Tapi dijamin dulu bahwa pemasaran nya memang tidak sulit dan pemeliharaannya, juga daya pakannya juga lancar," lanjutnya.
"Kita sudah mengarah ke sana cari Champion nya untuk pengembangan lobster di Provinsi Lampung," sambungnya.
Menurutnya, pengembangan lobster di NTB bukan melalui ekonomi kerakyatan, namun satu pengusaha. Tapi, kalau di Lampung sistem nya yang diinginkan pak Gubernur Arinal Djunaidi dengan manajemen supply chain atau rantai pasok.
"Artinya bukan hanya diusahakan oleh seseorang atau segelintir pengusaha, tapi harus dinikmati oleh rakyat. Sekarang sedang dicari pengusahanya, format nya seperti apa, model supply chain juga," tandasnya. (*)
Video KUPAS TV : TARGET BELUM TERCAPAI, VAKSINASI ANAK DITUNDA
Berita Lainnya
-
Puasa Ramadan: Pendidikan Spiritual dan Tanggung Jawab Kemanusiaan di Tengah Konflik Dunia, Oleh: Koderi
Sabtu, 07 Maret 2026 -
Banjir Kembali Landa Bandar Lampung, WALHI: Alarm Keras Buruknya Tata Kelola Kota
Sabtu, 07 Maret 2026 -
Hujan Deras Picu Banjir di Jati Agung, Ratusan Rumah Terendam dan Seorang Anak Hanyut di Tanjung Bintang
Sabtu, 07 Maret 2026 -
Banjir Rendam 38 Titik di Bandar Lampung, Kostiana Desak Pemkot Benahi Drainase
Jumat, 06 Maret 2026









