Dampak Pandemi, Jumlah Mahasiswa PTS di Lampung Berkurang Hingga 50 Persen
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II-B Lampung, Firmansyah Y. Alfian. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dampak pandemi Covid-19 membawa dampak pada makin berkurangnya jumlah mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Provinsi Lampung dengan rata-rata 30 sampai 50 persen.
Menurut Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II-B Lampung, Firmansyah Y. Alfian, PTS hanya mengandalkan pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dari mahasiswa.
Namun dengan berkurangnya jumlah mahasiswa menjadi beban bagi PTS karena harus membayar upah dosen dan karyawan.
“Adanya Covid-19 ini membuat jumlah mahasiswa eksisting banyak berkurang rata –rata 30 sampai 50 persen. Kemudian mahasiswa baru yang mendaftar itu pun drop kisaran 50 sampai 60 persen dari sebelum pandemi,” ungkap Firmansyah melalui sambungan telepon, Minggu (12/12).
Firmansyah melanjutkan, dengan pengurangan jumlah mahasiswa tersebut membuat satu PTS hanya terisi sebanyak 200 sampai 100 mahasiswa.
“Ada yang cuma 40 orang mahasiswa di satu PTS di Lampung dan itu banyak. Mahasiswa nya dari semester satu sampai berikutnya ada yang cuma 40 sampai 50 orang. Mereka bisa bertahan karena subsidi dari yayasan, namun lama kelamaan menjerit juga,” ungkapnya.
“Itu yang akhirnya mereka kesulitan untuk membayar dosen nya dan kesulitan menjaga kualitasnya. Karena perkuliahan Daring (dalam jaringan) ini butuh teknologi, sehingga kewajiban pun terdampak,” imbuhnya.
Namun ia memastikan sejauh ini belum ada PTS yang sampai gulung tikar. Pihaknya bersyukur ada bantuan KIP dan UKT dari pemerintah pusat yang dinilai sedikit membantu.
Dikatakannya, pihak PTS harus bisa menyiasati bagaimana agar pengeluaran bisa diminimalisir, dan mahasiswa yang tidak mampu diberikan bantuan dengan mengajukan permohonan bantuan sehingga pihak kampus dapat membebaskan biaya kuliah atau pemotongan biaya kuliah.
“Dari sisi pendapatan mahasiswa kita secara ekonomi tidak bisa membayar, mahasiswa 50 juga kan tetap harus kuliah, operasional kita tidak berkurang, bayar dosen nya tetap. Beberapa kampus juga ada yang membuat kesepakatan dengan dosen-dosen nya bahwa para dosen sepakat menerima hanya sebagian penghasilannya, ini supaya bisa tetap jalan,” ucapnya.
Dia berharap Pemerintah Provinsi Lampung bisa membantu PTS terutama kepada dosen dan mahasiswa.
“Minimal bantu dosen-dosen kita, kan banyak dosen honorer yang perlu bantuan juga. Bantu mahasiswa kita yang tidak mampu dengan memberi beasiswa, maka kita akan audiensi dengan pak gubernur Lampung, kita usulkan ke Pemprov. Semoga pak gubernur bisa memikirkan PTS,” tuturnya. (*)
Video KUPAS TV : JELANG NATARU, STOK PANGAN TETAP AMAN
Berita Lainnya
-
Prodi Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Terima Kunjungan Edukatif SMA IT Permata Bunda Bandar Lampung
Minggu, 17 Mei 2026 -
Mahasiswa Terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Putri Hijabfluencer Lampung 2026, Siap Wakili Lampung ke Tingkat Nasional
Minggu, 17 Mei 2026 -
CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Pengabdian kepada Masyarakat 'AI for Metaverse Creation' di SMKN 2 Bandar Lampung
Minggu, 17 Mei 2026 -
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026








