• Minggu, 22 Mei 2022

Warga Keluhkan Kelangkaan BBM Pertalite di SPBU Kotabumi, Ini Kata Kadisdag Lampura

Kamis, 09 Desember 2021 - 12.19 WIB
399

Salah satu SPBU di Kotabumi lengang karena tidak ada pasokan BBM. Foto: Riki/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Utara - Warga keluhkan persediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di wilayah Kotabumi sering terjadi kekosongan atau kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

"Sering kosong Pertalite. Kalau biasanya lancar, jadi terpaksa saya isi Pertamax dengan harga lebih mahal, kalau ada pun juga ngantrenya panjang," ujar Rosadi, salah satu pelanggan SPBU, saat ditemui kupastuntas.co, Kamis (9/12/2021).

Menanggapi kelangkaan BBM jenis Pertalite karena suplai atau kuota dinilai kurang, maka Pemkab Lampung Utara melalui Dinas Perdagangan akan menunggu laporan atau usulan dari pihak SPBU untuk segera ditindaklanjuti.

"Sampai saat ini belum kami terima laporan dari SPBU yang ada di Lampura terkait penyebab kelangkaan BBM jenis Pertalite, namun apabila kendalanya merupakan Kouta BBM dinilai kurang, maka bersama dengan Kepala Bagian Ekonomi Setdakab, kita akan koordinasi dengan pihak Pertamina agar diberikan tambahan kuota," jelas Hendri, selaku Kadisdag Lampura.

Ia juga mengatakan bahwa sebelumnya telah terjadi kekurangan pasokan BBM jenis solar. Berdasarkan usulan SPBU, pihaknya telah koordinasi dengan Pertamina dan ada penambahan pengiriman.

"Beberapa Minggu lalu sempat solar langka, karena pasokan buat Lampura dinilai kurang dan kita koordinasi dan diberikan tambahan," imbuh Hendri.

Hendri juga berharap agar SPBU tidak melakukan pembiaran pengecoran melalui dirijen atau tangki kendaraan yang telah dimodifikasi yang tidak sesuai aturan.

"Tentunya kedepan jika ditemukan adanya laporan dan terbukti tentunya akan kita tindak-lanjutin sesuai ketentuan peraturan yang berlaku, bahkan akan kita gandeng APH terkait hal ini," tandas Hendri.

Sementara Pengawas Lapangan SPBU Bernah Kotabumi, Edi Kurniawan, menjelaskan bahwa kendala sering tersendat stok BBM di SPBU nya disebabkan karena pengiriman sering terlambat.

"Kalo Kouta BBM sejauh ini cukup bang, namun kendala yang sering terjadi karena pengiriman sering terlambat karena armada angkutan yang dikelola oleh vendor (pihak ketiga) sering rusak dan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak Pertamina," jelas Edi.

Terkait pengecoran BBM menggunakan dirijen, pihak SPBU tidak melayaninya terlebih dengan BBM yang bersubsidi.

"Bisa dicek langsung bang, kalau pembelian menggunakan dirijen tidak akan kami layani," pungkas Edi. (*)


Video KUPAS TV : JELANG NATARU, STOK PANGAN TETAP AMAN