• Jumat, 12 Agustus 2022

Kecamatan Gadingrejo Tertinggi Risiko DBD di Pringsewu dengan 60 Kasus

Selasa, 30 November 2021 - 13.29 WIB
89

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Pringsewu, Herlambang, saat dikonfirmasi, Selasa (30/11/2021). Foto: Gamel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pringsewu mencatat ada 155 kasus DBD di Pringsewu sejak Januari hingga November 2021. Kecamatan Gadingrejo menjadi yang tertinggi risiko DBD dengan 60 kasus.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Pringsewu, Herlambang mengatakan, Dari 9 kecamatan, Gadingrejo tertinggi tingkat DBD nya dan satu korban meninggal.

Dari data yang didapat tim Kupastuntas.co, kasus DBD pada bulan Januari tercatat 20 kasus, Februari 22 kasus, Maret 19 kasus, April 9 kasus, Mei 15 kasus, Juni 11 kasus, Juli 4 kasus, Agustus 3 kasus, September 8 Kasus, Oktober 20 Kasus ditambah 1 kasus kematian dan November 23 Kasus.

"Kecamatan yang mengalami penularan DBD tertinggi setelah Gadingrejo adalah Kecamatan Ambarawa dengan 32 kasus, Pringsewu 29 Kasus, Pagelaran serta Pardasuka," kata Herlambang, saat dikonfirmasi, Selasa (30/11/2021).

Herlambang menyampaikan, peningakatan kasus demam berdarah biasa terjadi pada bulan yang mengalami musim hujan seperti Oktober-Februari. 

"Tren kenaikan kasus DBD biasa terjadi pada bulan Oktober-November-Desember-Januari dan berakhir pada Februari setelah bulan Februari nanti turun kembali," terangnya.

Dalam rangka mengurangi kasus DBD lanjut Herlambang, pihaknya telah melakukan segala persiapan salah satunya dengan penguatan pada pihak rumah sakit maupun Puskesmas serta menyiapkan alat-alat kebutuhan penunjang pemberantasan DBD.

"Kalau tindak lanjut di lapangan kami sudah melakukan penguatan kepada kader-kader penyemprot, koordinasi dengan Promkes melalui media, melalui penyuluhan dan sebagainya," lanjutnya.

Pihaknya juga telah memberitahukan kepada setiap Puskesmas untuk mengecek alat-alat yang dipakai untuk mengantisipasi DBD, seperti alat Fooging, jika ada kerusakan bisa langsung menghubungi untuk perbaikan.

Ia juga menghimbau pada masyarakat agar selalu waspada terhadap penyakit demam berdarah, dan segera melakukan upaya antisipasi sejak dini melalui keluarga masing-masing, dengan peduli terhadap lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama pada genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. 

Sementara Wakil Bupati Pringsewu, Fauzi mengatakan bahwa kasus DBD ini perlu menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat, supaya DBD dapat ditekan dan Pringsewu bisa bebas dari penyakit demam berdarah.

"Kasus DBD menjadi perhatian kita semua karena data DBD yang ada sekarang cukup meningkat di Pringsewu hingga ada yang meninggal. Saya yakin DBD bisa diminimalisir dengan adanya keterlibatan masyarakat, insya allah kalau bersama-sama maka akan bisa diatasi," terangnya. (*)


Video KUPAS TV : DIRESMIKAN EVA DWIANA, OBJEK WISATA SUMUR PUTRI DIHARAP DAPAT DIKENAL MASYARAKAT LUAR KOTA