• Sabtu, 04 Desember 2021

Menuai Untung Bisnis Tembakau Tingwe Ditengah Pandemi

Kamis, 25 November 2021 - 16.43 WIB
25

Leonardo penjual tembakau tingwe ketika melayani pembeli di warung miliknya. Foto: Imanuel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Dibalik dampak buruk yang dirasakan akibat pandemi Covid-19 yang terjadi belakangan ini, ternyata terdapat dampak positif yang dialami oleh penjual tembakau lintingan atau biasa disebut tembakau 'tingwe' (linting dewe).

Salah seorang penjual tembakau lintingan dengan nama Baccoffee di pinggir Jalan Lintas Sumatera Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan (Lamsel) tepatnya di Jati, Leonardo Nugroho (40) mengatakan, berjualan tembakau ketika masa pandemi Covid-19 ini sangat menguntungkan.

Dia mengungkapkan, omset yang bisa didapatkannya ketika baru membuka toko tembakau itu tepatnya pada 2020 silam mampu mencapai Rp 1,5 juta perhari.

"Kalau waktu itu omset bisa mencapai Rp1,5 juta perhari, tapi itu tidak menentu juga," katanya, Kamis (25/11/2021).

Saat ini, kata dia, omset penjualan tembakau Tingwe mulai mengalami penurunan. Itu karena terdapatnya rokok-rokok ilegal yang dijual dengan harga murah beredar di Kecamatan Kalianda.

"Sekarang mulai turun omsetnya karena sudah banyak beredar rokok ilegal," tuturnya.

Dia menjelaskan, dirinya hanya bermodalkan uang sebesar Rp.500 ribu ketika membuka toko tembakau tingwe itu. 

"Waktu itu video call dengan kawan kelihatan saya lagi ngerokok lintingan, dari situlah tiba-tiba muncul ide jualan ini," ucapnya.

Dia menambahkan, harga yang dipatok untuk tembakau yang terdapat berbagai pilihan aroma di toko miliknya itu berkisar antara Rp 5000 hingga Rp 25.000 tergantung aroma dan berat tembakau yang dibeli.

"Kalau aroma itu macam-macam, seperti aroma Kopi Espresso, Jamaica, Black Coffee, Apple, Royal Bourbon, Whisky Choice, hingga Strawberry Milky. Itu semua dikirim langsung dari Temanggung, Jawa Tengah," jelasnya.

Masih kata dia, konsumennya bukan hanya berasal dari perorangan untuk sendiri tetapi juga orang yang menjual kembali di daerahnya masing-masing.

"Sudah ada beberapa reseller, ada yang di Lamsel ada juga yang di Sumatera Selatan sana dijual lagi," tutupnya. (*)

Video KUPAS TV : PLN SIAPKAN 16 JUTA GANTI RUGI ALAT ELEKTRONIK WARGA NEGERI OLOK GADING