• Sabtu, 04 Desember 2021

Nggruput, Tradisi Unik Masyarakat Pringsewu Berburu Kuliner Tradisional

Minggu, 21 November 2021 - 12.45 WIB
101

Suasana pengunjung saat berburu kuliner nusantara di acara Nggruput. Foto : Gamelaga/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu -  Pringsewu memiliki tradisi atau kegiatan khas dalam mengisi akhir pekan mereka untuk berburu makanan nusantara yaitu dengan mengunjungi acara "Nggruput" yang khusus diadakan setiap hari minggu di sepanjang jalan menuju kantor pemerintah daerah Pringsewu.  

Nggruput sendiri adalah kegiatan dimana  masyarakat berjualan makanan khas tradisional yang ada di Indonesia dan ini hanya dijual mulai pukul enam hingga sepuluh pagi hal ini selaras dengan arti dari kata "Nggruput" yaitu "minggu pagi-pagi" atau aktivitas yang hanya dilakukan pada pagi hari saja. 

Ketua pelaksana sekaligus panitia Nggruput Sudar Elcostic saat ditemui tim kupas tuntas mengatakan bahwa kegiatan tersebut telah ada sejak Oktober 2017 lalu yang mana awalnya mereka hanya ingin membuat acara itu seperti sebuah festival yang digelar dalam satu hari saja. Namun karena mendapat respon yang baik serta dorongan dari masyarakat akhirnya acara "Nggruput" menjadi agenda mingguan di Pringsewu. 

"Awal nya kami cuma buat acara satu hari siap dengan konsep yang sama yaitu menjual makanan tradisional supaya masyarakat bisa bernostalgia dengan jajanan zaman dulu. Tapi setelah acara ternyata banyak orang-orang minta kami untuk adakan ini lagi sehingga jadilah agenda mingguan masyarakat seperti sekarang ini," Ujar Sudar, Minggu (21/11/21). 

Sudar menerangkan jika sampai saat ini sudah ada sekitar 80 lebih stand yang berjualan kuliner tradisional nusantara dengan 200 jenis makanan dan minuman tradisional yang dijajakan pada kegiatan tersebut dengan harga terjangkau mulai dari seribu hingga lima belas ribu rupiah. 

"Sejauh ini sudah ada 80 lebih lah yang berjualan makanan dan minuman tradisional seperti kue pancong, es dawet, mie aceh dan banyak lagi. Alhamdulilah juga semua makanan dan minuman yang dijual disini telah lulus uji BPOM artinya jajanan disini bersih dan bebas bahan pengawet sehingga aman untuk dikonsumsi pengunjung," terang nya. 

Diketahui dari Sudar bahwa kegiatan ini sempat berhenti selama 2 tahun akibat pandemi virus corona dan mulai aktif kembali sekitar 1 setengah bulan yang lalu setelah kondisi pandemi di Pringsewu mulai membaik.

Pada kegiatan ini pula pedagang dilarang untuk menyediakan tempat pembungkus makanan yang terbuat dari sterofoam dan menyebar brosur karena hal tersebut dinilai dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan sampah.  

Di sisi lain, salah seorang pedagang bernama Nanang yang menjual kue pancong mengatakan jika berjualan di sana sangat menguntungkan diri nya terbukti dengan banyak nya kue pancong yang dibeli oleh pengunjung Nggruput. 

"Saya berjualan di sini sudah lama dari awal-awal dulu. Alhamdulillah berjualan disini laku dan pendapatan nya bisa buat kehidupan keluarga sehari-hari," jelas Nanang. 

Sementara itu pengunjung bernama Helena, warga Pringsewu mengatakan jika kegiatan ini bisa membantu orang-orang yang malas atau susah bangun pagi untuk bisa bangun pagi karena kegiatan di sini hanya digelar pada pagi hari selama 4 jam saja. 

"Acara nya bagus ya karena menjual banyak makanan tradisional jadi banyak pilihan. Ini juga bisa jadi cara untuk buat orang bangun pagi karena kan acara ini hanya ada pagi-pagi aja jadi kalau kita gak bangun pagi, ya gak bisa ikutan," tandas nya. (*)