Tekan Angka Kecelakaan, Pengamat Transportasi Minta Pengguna Jalan Manfaatkan Keberadaan Rest Area
Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Lampung IB Ilham Malik. Foto : Dok/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Lampung IB Ilham Malik mengimbau kepada pengguna jalan untuk memanfaatkan keberadaan res area di JTTS guna menekan angka kecelakaan di jalan bebas hambatan tersebut.
Menurutnya, PT. Hutama Karya selaku pengelola jalan tol sudah menyiapkan begitu banyak rest area. Namun keberadaan rest area tersebut belum dimanfaatkan secra maksimal oleh pengguna jalan yang melintas.
"Pengelola jalan tol sebenarnya sudah berupaya maksimal mungkin dalam rangka untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas yang dulu disebabkan oleh batas kecepatan namun sekarang karena banyak pengendara yang mengantuk," kata dia saat dimintai keterangan, Minggu (14/11/2021).
Ia melanjutkan, para pengguna jalan diminta untuk berhati-hati ketika melintasi jalan tol dengan memacu kendaraan tidak melebihi batas ketentuan yang sudah ditetapkan yaitu 100 km perjam.
"Ketika merasa lelah atau mengantuk bisa beristirahat di rest area yang sudah disiapkan. Hutama Karya juga diharapkan selalu memberikan peringatan kepada pengendara dengan rambu-rambu ataupun dengan razia," kata dia.
Sementara itu untuk Polda Lampung diharapkan agar semakin menertibkan proses masyarakat dalam mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Masyarakat yang ingin mendapatkan SIM harus diuji sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.
Sementara itu Branch Manajer PT Hutama Karya ruas Bakauheni - Terbanggi Besar Hanung Hanindito mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 10 rest area yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna jalan untuk beristirahat.
"Dari 12 rest area ada 10 yang sudah operasi. Dan ini sudah cukup untuk dapat digunakan oleh pengguna jalan. Kami tetap melakukan imbauan kepada pengguna jalan tol untuk tetap memperhatikan kondisi tubuh. Jangan memaksakan diri jika sudah merasa lelah," katanya.
Ia melanjutkan, kejadian laka lantas di jalan tol secara umum disebabkan oleh kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi sehingga pengemudi terlambat melakukan antisipasi. Serta kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan yang berjalan dibawah kecepatan sehingga mengganggu kendaraan lain.
"Secara rutin kami tetap melakukan operasi mengantuk yang bekerja sama dengan PJR Polda Lampung dan melakukan operasi terhadap kendaraan Over Dimensi Over Load (odol)," tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
Satpol PP Bandar Lampung Siaga 24 Jam Selama Ramadan
Senin, 02 Maret 2026 -
Hendak Dikirim ke Pulau Jawa, Penyelundupan 1.320 Burung Ilegal Digagalkan di Bakauheni
Senin, 02 Maret 2026 -
47 SPPG Ditutup Sementara, Komisi V DPRD Lampung: Perbaiki Mutu MBG Tanpa Abaikan Nasib Pekerja
Senin, 02 Maret 2026 -
8 Ruas Jalan IJD Resmi Diserahkan, Pemda Diminta Maksimalkan Pemeliharaan
Senin, 02 Maret 2026









