• Selasa, 12 Mei 2026

Walikota Wahdi Dikabarkan Bakal Pimpin Nasdem Metro, Abdulhak : Itukan Hanya Isu Saja

Kamis, 11 November 2021 - 14.40 WIB
691

Pelaksana Harian DPD Partai Nasdem Kota Metro Abdulhak saat diwawancarai awak media disela kegiatan peringatan 1 Dekade HUT Partai Nasdem yang berlangsung di TMII, Metro Utara. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Kabar berpalingnya independen ke tubuh Partai Politik (Parpol) menjadi isu hangat yang diperbincangkan sejumlah kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Kota Metro. Isu itu menguat seiring gelaran peringatan 10 tahun Partai berjargon restorasi tersebut.

Dari pantauan Kupastuntas.co, Walikota dan Wakil Walikota Metro Wahdi-Qomaru (Waru) hadir dalam peringatan satu dekade partai besutan Surya Paloh tersebut. Acara itu juga terpusat di halaman Taman Metro Indonesia Indah (TMII) yang tak lain merupakan kawasan kediaman pribadi Wahdi, Kamis (11/11/2021).

Dalam acara tersebut juga terpantau berulang kali kader partai Nasdem meneriakkan kata "Hidup Waru" yang berarti Wahdi-Qomaru saat sang Walikota naik keatas podium untuk menyampaikan sambutannya.

Namun teriakan hidup Waru tersebut disambut dengan arti yang berbeda oleh Wahdi, Waru yang diartikan oleh Wahdi ialah Warga Rukun. Meski begitu, teriakan kata Waru berulang kali terlontar dan menggema dalam kegiatan peringatan HUT Nasdem ke 10 tersebut.

Ketika dikonfirmasi awak media terkait isu dimintanya Wahdi untuk memimpin Nasdem Metro, Pelaksana harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Metro, Abdulhak angkat bicara. Ia menegaskan bahwa Walikota Metro Wahdi tetap mempertahankan komitmennya berada di poros Independen.

"Itukan hanya isu saja, bukan kita tidak membutuhkan karena beliau masih konsisten dengan independensinya, jadi saya sendiri merasa kalau dia rusak daripada independensi dia, masyarakat akan berkata apa," kata Abdulhak.

Meski begitu pria yang juga merupakan anggota legislatif tersebut tak membantah jika sebelumnya Nasdem pernah berkomunikasi dengan Wahdi untuk memintanya menjadi ketua.

"Sudah pernah berkomunikasi, beliau mengatakan bahwa saya tetap berkomit dengan independensi saya. Soal keberadaan kami di partai Nasdem, siapapun dia tetap kita dukung sepanjang dalam koridor aturan main yang benar. Itu sudah menjadi kewajiban partai politik yang ada di Kota Metro khususnya yang ada di dalam DPRD harus mendukung siapapun walikotanya," bebernya.

Menanggapi isu tersebut, Wahdi menegaskan belum adanya minat bergabung ke Partai Politik. Ia hanya meminta peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama membangun Kota Metro.

"Belum, belum. Sekarang ini kita mengurusi Metro saja dulu lah, mohon izin kepada masyarakat semualah, biarkan saya begini saja. Sudah saya sampaikan tadi, kita bersama eksekutif legislatif membangun masyarakat kota metro," tegasnya.

Meskipun begitu, Wahdi juga mengatakan bahwa ia membutuhkan parpol bukan hanya Nasdem. Namun sementara ini ia masih berfokus untuk mengurus Kota Metro bersama wakilnya Qomaru Zaman.

"Saya kira saya mengurusi Metro saja dulu, oke ya. Saya mengurusi Metro dulu sama pak Qomaru, waktunya pendek sekali. Saya membutuhkan Nasdem, membutuhkan Golkar membutuhkan PDI, membutuhkan PKB, PAN dan sebagainya, semuanya dibutuhkan. Gitu saja ya," tandasnya sembari meninggalkan awak media. (*)

Video KUPAS TV : DENSUS 88 GELEDAH DUA RUMAH TERDUGA TERORIS DI METRO

Editor :