• Senin, 18 Mei 2026

Penjualan Kambing Saburai Ditargetkan Sumbang Rp 80 Juta ke PAD

Kamis, 11 November 2021 - 18.54 WIB
682

Kambing Saburai. Foto : Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, menargetkan pada tahun 2021 ini penjualan Kambing Saburai mampu menyumbang Rp80 juta kedalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Lampung.

"Untuk target PAD dari penjualan Kambing Saburai sebesar Rp 80 juta. Saat ini sudah terealisasi 50 persen lebih. Harapannya pada penghujung tahun nanti realisasi nya berada di 100 persen," kata Kepala UPTD Pembibitan Ternak Kambing Saburai Provinsi Lampung Kusniati, saat dimintai keterangan, Kamis (11/11/2021).

Guna meningkatkan PAD kedepan nya, pihaknya juga berencana akan memanfaatkan sisi lain dari Kambing Saburai. Seperti memanfaatkan susu Kambing Saburai untuk dapat dikonsumsi.

"Bisa juga jual susu, tapi selama ini belum kearah sana. Mungkin kedepan bisa juga memanfaatkan susu nya setelah lewati uji coba. Tapi sekarang sedang fokus ke daging," ungkapnya.

Ia melanjutkan, Kambing Saburai yang dijual didominasi untuk produksi daging dan dikonsumsi. Namun tidak jarang ada juga masyarakat yang membeli dalam bentuk bibit untuk selanjutnya dibudidayakan secara mandiri.

"Kambing saburai yang dijual hanya untuk produksi daging. Sementara yang dijual dalam bentuk bibit itu ke peternak atau masyarakat umum untuk dibudidayakan juga," katanya. 

Menurutnya, Kambing Saburai merupakan hasil persilangan antara Kambing Boer jantan dengan Peranakan Etawa (PE) betina memiliki beragam keunggulan jika dibandingkan dengan kambing jenis lainnya.

"Jika dibandingkan dengan jenis kambing lain adalah pada perubahan pakan yang tidak sulit. Misalnya saat musim kemarau, Kambing Saburai tidak berpengaruh seperti kurus atau penyakitan. Jadi Kambing Saburai lebih tahan," katanya.

Ia mengatakan, jika pada Oktober lalu terdapat 153 populasi kambing di UPTD Pembibitan Ternak Kambing Saburai. Jumlah tersebut terdiri dari Kambing Saburai, PE dan juga BUR. 

"Jika dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun 2020 tidak ada perbedaan angka populasi yang signifikan. Peningkatan ada tapi tidak banyak. Penambahan populasi yang tak signifikan diakibatkan beberapa faktor pertama kapasitas kandang yang terbatas," tuturnya. (*)

Editor :