• Sabtu, 04 Desember 2021

Gelombang Pasang di Tanggamus, 24 Bangunan Rusak dan 40 Makam Hilang

Senin, 08 November 2021 - 15.21 WIB
61

Salah satu rumah warga yang dihantam gelombang pasang. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Sebanyak 24 bangunan serta satu Taman Pendidikan Alquran, dan satu sekolah di perkampungan nelayan Lingkungan Kapuran, Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, rusak dihantam gelombang pasang, Senin (8/11/2021).

Gelombang setinggi 1,5 hingga 2 meter yang terjadi selama tiga hari, Jumat (5/11/2021) sampai Minggu (7/11/2021), juga menerjang tiga RT di perkampungan nelayan Lingkungan Kapuran berpenduduk 300 kepala keluarga, yakni RT.14, RT.15, dan RT.16.

"Ombak besar setinggi dua meter tiba-tiba menerjang rumah. Dinding rumah, pintu jebol dan roboh. Air laut bercampur kayu, pasir, kerokos dan perahu masuk ke dalam rumah. Barang-barang di rumah pada ilang," kata Saparudin, salah seorang warga Kapuran yang rumahnya rusak dihantam gelombang, Senin (8/11/2021).

Kerusakan terparah akibat gelombang pasang tersebut melanda RT.16 yang rumah warga bersisian dengan laut. Sedikitnya tujuh rumah warga rusak parah, dan puluhan lainnya rusak sedang sampai ringan.

Gelombang besar datang berbarengan dengan banjir rob dan hujan angin. Sehingga ratusan rumah di perkampungan padat penduduk tersebut tergenang air laut yang membawa serta sampah dan limbah hitam mirip aspal.

Selain rumah, satu unit gedung Taman Pendidikan Alquran dan SDN 3 Pasarmadang di Kapuran juga rusak dihantam gelombang pasang.

Selain bangunan, sedikitnya 40 makam di tempat pemakaman umum (TPU) Kapuran juga hilang tergerus gelombang besar. "Perlu ada tindakan segera untuk mengantisipasi gelombang pasang dan rob yang jadi langganan di Kapuran ini," kata Hidayat, Ketua RT.16.

Sejumlah warga yang rumahnya rusak dan berada di bibir pantai dan berhadapan langsung dengan laut Teluk Semaka, terpaksa mengungsi di rumah warga lainnya yang kondisinya aman.

"Saya sekeluarga mengungsi, sebab rumah saya rusak parah, dan tidak mungkin ditempati lagi. Ditambah lagi cuaca buruk masih terjadi, sewaktu-waktu ombak besar bisa datang tiba-tiba," kata Susi, warga yang rumahnya rusak parah. (*)


Video KUPAS TV : WARGA BAWA KASUS PENGOSONGAN LAHAN DI SUKARAME & SABAH BALAU KE PTUN