Cuaca Buruk, Nelayan Dermaga Bom Kalianda Tak Berani Melaut
Kapal Nelayan di Dermaga Bom Kalianda Lampung Selatan (Lamsel). Foto: Imanuel/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Akibat cuaca buruk, sejumlah nelayan di Dermaga Bom Kalianda Lampung Selatan (Lamsel) tidak berani untuk melaut.
Selain mengancam keselamatan, cuaca buruk itu juga membuat hasil tangkapan para nelayan pun menjadi berkurang karena laut menjadi kotor.
Salah seorang nelayan, Aan mengatakan cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang yang lumayan tinggi itu sudah berlangsung selama 2 bulan.
"Cuaca enggak bagus sudah sekitar ada 2 bulan. Ya kita istirahat dulu beberapa hari takut juga karena bahaya, kalau cuaca sudah sedikit membaik baru kita melaut," katanya, Selasa (02/11/2021).
Dia mengungkapkan, hasil tangkapan nya menurun drastis selama terjadinya cuaca buruk itu. "Biasanya dapat 4 fiber (box) atau 600 kg, tapi sekarang paling 1 -2 fiber aja dapat hasilnya," tuturnya.
Ia mengatakan, hasil dari tangkapan nya itu bahkan langsung habis untuk biaya operasional terlebih ketika mereka sedang tidak melaut.
"Kita sekali jalan habisnya bisa Rp 2,5 juta dapatnya biasa Rp 4 juta. Sekarang menurun bisa dapat cuman Rp 3 juta, jadi sisanya Rp 500 ribu itu pasti langsung habis," jelasnya.
Dia menambahkan, akibat sedikitnya tangkapan itu, harga jual ikan pun menjadi tinggi. "Harga ikan lagi mahal karena enggak ada ikan, tapi kalau ikan lagi banyak, itu harganya murah," jelasnya.
Sementara salah seorang pedagang di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Marli mengungkapkan, harga jual ikan dan hasil laut lainnya akibat cuaca buruk itu meningkat hingga Rp.5000.
"Harga ikan agak tinggi. Kaya simba sekitar Rp50-40ribu sekarang, beda 5 ribu dari harga sebelumnya," tuturnya.
Meski begitu dia mengatakan, tidak ada penurunan penjualan akibat tingginya harga itu.
"Semua naik harganya, tapi alhamdulillah ada aja yang beli. Mudah-mudahan cuaca cepat bagus lagi biar harga ikan bisa stabil," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : ATLET PARALIMPIADE LAMPUNG SIAP REBUT MEDALI DI PEPARNAS PAPUA 2021
Berita Lainnya
-
H-10 Hingga H-5 Lebaran: 363.607 Pemudik Masuk Sumatera, Puncak Mudik Diprediksi 19 Maret
Selasa, 17 Maret 2026 -
Kapolda, Gubernur, dan Pangdam Turun Langsung Pantau Arus Mudik di Bakauheni
Senin, 16 Maret 2026 -
Lonjakan H-6 Lebaran, 88 Ribu Pemudik Menyeberang dari Jawa ke Sumatera
Senin, 16 Maret 2026 -
Penyidikan Kasus Anak di Sidomulyo Berlanjut, Polisi Dalami Petunjuk Jaksa dan 13 Nama
Minggu, 15 Maret 2026








