• Sabtu, 04 Desember 2021

Harga Minyak Goreng Mahal, Pedagang di TBU Perkecil Ukuran Gorengan

Kamis, 28 Oktober 2021 - 18.56 WIB
112

Lapak salah satu penjual jajanan atau gorengan di jalan Dr. Susilo, Teluk Betung Utara, yang sedang melayani pembeli, Kamis (28/10/2021). (Sri)

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Harga minyak goreng di kota Bandar Lampung, mulai mengalami peningkatan sejak beberapa minggu belakangan ini. Hal ini tentu berdampak juga pada pedagang yang menggunakan minyak sebagai bahan pokoknya.

Seperti Aisyah (43), salah satu penjual jajanan atau gorengan di jalan Dr. Susilo, Teluk Betung Utara (TBU) yang mengaku naiknya harga jual bukan hanya minyak goreng kemasan tapi juga minyak goreng curah ikut naik.

Ia mengatakan, untuk mengatasi kenaikan harga minyak goreng agar tetap bisa berdagang makanan, maka gorengannya sedikit diperkecil.

"Kita tidak menaikan harga. Cuma ya paling kita sedikit perkecil, seperti sayurannya kita kurangin. Karenakan kalau harga gorengan yang kita naikan pasti pelanggan beralih ke tempat lain," ujar Aisyah, saat dimintai keterangan, Kamis (28/10/2021).

Meski minyak goreng curah lebih murah dari minyak kemasan, namun Ia mengaku harus tetap beli minyak kemasan karena lebih irit kalau untuk gorengan.

Biasanya harga minyak kemasan 2 liter Rp24 ribu sampai Rp26 ribu, saat ini kata Dia, dipasaran telah menembus di angka Rp34 ribu.

"Kita kalau bisa harga minyak ini jangan terlalu mahal, karena yang menikmati minyak ini adalah masyarakat menengah ke bawah seperti kita ini," harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Elvira Umihani menyampaikan kenaikan harga minyak goreng yang saat ini terjadi akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Selain itu juga dipengaruhi oleh biaya produksi yang dikeluarkan oleh pabrik minyak goreng sehingga tidak ada intervensi dari pemerintah daerah untuk meminta perusahaan menurunkan harga jual.

"Saat ini Rp17 ribu per liter yang kemasan. Kalau pemantauan kami harga minyak goreng ini memang naik dari pabrikannya," katanya.

Oleh karenanya, untuk mengatasi itu adalah dengan menggelar operasi pasar. Karena jelasnya harga jual minyak goreng menggunakan harga pabrik dan tidak melalui distributor sehingga harganya lebih murah dan lebih terjangkau untuk masyarakat.

"Operasi pasar menggunakan harga pabrik ini tentu bisa memutus rantai perdagangan yang tadinya ada pengecer dan distributor ini kita langsung ke masyarakat. Sehingga mereka dapat harga lebih murah," tandasnya. (*)