• Sabtu, 04 Desember 2021

Reses Enam Hari, Politisi Gerindra Mohammad Zakwan Serap Aspirasi Warga Wilayah Dapil III Lamtim

Selasa, 19 Oktober 2021 - 09.51 WIB
214

Zakwan ketika sedang reses bersama warga dan mendengarkan aspirasi dari dapil pemilihannya. Foto: Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Anggota legislatif dari Fraksi Partai Gerindra Mohammad Zakwan melakukan reses selama enam hari demi menyerap aspirasi masyarakat. Zakwan merupakan anggota DPRD Lampung Timur dari Dapil III, yakni Kecamatan Labuhanratu, Way Jepara, Braja Selebah dan Matarambaru.

Selama reses legislator dari Partai Gerinda tersebut mengunjungi enam desa yang ada di Kecamatan Way Jepara, antara lain, Desa Labuhanratu Baru, Desa Braja Caka, Desa Labuhanratu Dua, Desa Labuhanratu Satu, Desa Braja Fajar, dan terakhir pada Selasa (19/10/2021) ini di Desa Jepara.

Pria asli kelahiran Desa Jepara, Kecamatan Way Jepara tersebut, mengaku lebih menyukai reses di kediaman warga agar pertemuan lebih dekat dan proses mendengarkan suara warga bisa ditanggapi secara langsung. Dalam prosesnya, reses pun berjalan lancar dan humanis, dialog ringan dengan warga tentang pembangunan, pertanian dan pendidikan menjadi pembahasan yang paling sering dilontarkan.

"Saya berangkat jadi DPRD Lampung Timur, dari partai Gerinda, dan saya asli kelahiran Desa Jepara, Kecamatan Way Jepara, tentu saya akan memperjuangkan apa yang bapak-bapak sampaikan dalam reses saat ini," Ucap Zakwan dihadapan 40 warga Desa Jepara yang turut mengikuti reses.

Dengan lugas dan mudah dipahami Zakwan menjawab setiap pertanyaan warga dan menampung setiap aspirasi yang mereka keluhkan, warga pun tampak mengerti terkait apa yang telah di sampaikan oleh politisi Gerindra tersebut. Selain masih memiliki usia produktif Zakwan yang memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Sosial terlihat cukup cakap dalam menyampaikan dan menanggapi setiap pertanyaan dan usulan warga.

"Mari sampaikan aspirasi yang bermanfaat untuk masyarakat banyak, yang bisa menunjang perekonomian dalam jangka panjang, saya sebagai wakil bapak-bapak, tentu akan memperjuangkan semaksimal mungkin demi kepentingan khalayak umum," Ungkapnya.

Boikun salah seorang warga Dusun V, Desa Jepara yang ikut dalam agenda reses, menyampaikan agar dusun tersebut bisa mendapatkan pembangunan jalan aspal sepanjang 1.400 meter yang menghubungkan antar dusun, juga ditambah harapannya agar jalan onderlagh menuju lokasi pertanian agar diperjuangkan untuk dibangun, terakhir harapan Boikun terkait lampu jalan yang ada di jalan utama Dusun V agar bisa direalisasikan.

"Mumpung ada pak Zakwan, sebagai wakil kami, ada tiga permintaan kami, yakni jalan aspal, onderlagh dan lampu jalan agar bisa diperjuangkan," Kata Boikun.

Menanggapi permintaan dari warganya itu, Zakwan yang bertugas di Komisi III yang kebetulan membidangi persoalan pembangunan, berujar kalau dirinya akan menyempatkan waktu untuk melihat kondisi objek yang diusulkan.

"Apa yang diusulkan oleh pak Boikun, kami catat dan besok saya akan upayakan melihat lokasi tersebut, untuk memastikan kondisinya," Ungkap alumni aktivis HMI tersebut.

Selain Boikun, salah seorang warga bernama Wahono, mengusulkan tentang air bersih yang ada di SDN Desa Jepara, dimana ketika musim kemarau air bersih susah didapat, sehingga perlu pembangunan sumur bor di SD dimaksud. Selepas itu Wahono juga mengusulkan soal pertanian, yakni pengadaan bibit kakao.


Kata Wahono, dulu Desa Jepara kaya akan pertanian kakao sehingga tidak sedikit masyarakat yang ekonominya melesat karena kakao, karena waktu itu kondisi tanaman kakao mengalami kerusakan sehingga petani beralih pada palawija seperti singkong dan jagung.

"Karena harga singkong dan jagung tidak menentu selalu turun ketika waktu panen, kami berharap kepada pak Zakwan agar bisa memperjuangkan pengadaan bibit kakao yang berkualitas," Kata Wahono.

Atas apa yang diusulkan Wahono, Politisi Gerindra tersebut menjelaskan dengan tegas, bahwa terkait pengadaan sumur bor di SDN Desa Jepara, dirinya akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Lampung Timur, untuk mengupayakan apa yang dibutuhkan warga.

Persoalan bibit kakao, Zakwan meminta kepada Wahono agar segera membentuk kelompok tani, karena dasar untuk mendapatkan atau mengusulkan bantuan bibit kakao harus memiliki payung hukum yang berhubungan dengan pertanian.

"Karena pengadaan bibit kakao sifatnya untuk perorangan sehingga harus ada semacam kelompok, kenapa harus mendirikan kelompok sebab hal tersebut sebagai dasar untuk mempertanggung jawabkan bantuan tersebut," Terang Zakwan dengan gamblang.

Zakwan mengakui selama reses yang paling banyak di sampaikan oleh masyarakat yakni soal kondisi jalan, dan hal tersebut merupakan dasar agar pemerintah atau pihak eksekutif paham akan kondisi yang dikeluhkan masyarakat. (Agus Susanto)

Video KUPAS TV : LAPAS KELAS III GUNUNG SUGIH, 56 % DIHUNI OLEH TERPIDANA KASUS NARKOBA