• Sabtu, 04 Desember 2021

Kinerja Pegawai Tak Maksimal, Sekda Kecewa Lamteng Tertahan di PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 - 13.12 WIB
161

Suasana pertemuan rapat dengan agenda percepatan vaksinasi di gedung Nuwo Balak Lampung Tengah. Foto: Towo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Tengah – Pemkab Lampung Tengah mengadakan pertemuan dengan agenda pembahasan percepatan vaksinasi, pertemuan diadakan di gedung Nuwo Balak bersama jajaran OPD, seluruh camat dan petugas operator Dinas Pendidikan setempat, Selasa (19/10).

Sekda Lampung Tengah Nirlan, saat memberikan arahan mengatakan bahwa dalam percepatan vaksinasi, Lamteng jauh tertinggal, padahal sistem yang diterapkan sama dengan daerah lain, dia pun mencontohkan Kota Metro yang kini sudah masuk status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level1.

“Kita sudah mengerahkan seluruh kemampuan daya upaya tapi faktanya kita tidak bergeser dari urutan 15 di provinsi Lampung, penyebabnya banyak tapi yang pasti ini adalah kesalahan kita, kita tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas," katanya .

Nirlan menjelaskan, penginputan data dari daerah menjadi rujukan pusat, namun karena dalam melaksanakan tugas piket tidak berjalan dengan maksimal akhirnya Lamteng tertinggal secara persentase yang sudah divaksinasi.

“Hari pertama launching, vaksin yang disuntik itu 35.000 dosis, namun data yang masuk hanya tercapai 17.000, ini jadi kendala kita untuk mencapai target dari pusat,” paparnya .

Sekda kembali menjelaskan, petugas penginput data adalah dari Dinas Pendidikan yang ditugasi untuk urusan piket, namun fakta di lapangan banyak petugas yang tidak melaksanakan tugas sebagaimana yang diharapkan.

"Saya sangat kecewa sekali, kumulatif kita itu paling besar di Lampung tapi persentase tidak bergerak karena pelaporan data tidak maksimal, target pemerintah pusat sampai 31 Desember 2021 vaksin harus selesai 100%, kalau masih berjalan seperti  ini, kita akan sulit capai target,” Ujar Sekda kecewa.

Sementara Kadis Pendidikan Lampung Tengah Syarif Kusen menuturkan, bahwa tidak semua operator gagal dalam menjalankan tugas mengiput data, namun ada beberapa yang telat, karena berbagai faktor, seperti jaringan internet itu salah satu penyebab utamanya.

“Berkaitan dengan guru yang membantu pelaksanaan vaksin khususnya operator input data, dari awal saya sudah menegaskan kepada  kepala kepala sekolah untuk memantau anak buahnya dalam melaksanakan penginputan data vaksinasi di masing-masing kecamatan yang per-kecamatannya ada 10 orang,” Terangnya.

Syarif Kusen pun mengakui, keterlambatan upload data jadi salah satu sebab Lamteng tidak bergeser dari level 2, gara-gara Input data tidak dilakukan maksimal khususnya dari guru yang dalam pencapaiannya hanya mencapai 55% sehingga naik ke level 3 harusnya turun ke level 1.

“Untuk para perugas operator data hari ini langsung saya minta ke Polres untuk mengiput data yang belum dimasukkan, agar nantinya jumlah laporan ke pusat bisa maksimal dan level PPKM bisa turun menjadi 1,” Pungkasnya. (Towo)

Video KUPAS TV : PERCEPATAN VAKSINASI TANGGAMUS DIGENCARKAN, WARGA JANGAN PERCAYA HOAX! (BAGIAN 1)