Penjualan Bakso Frozen dan Bakso Siap Makan di Gerai Son Hajisony Dicatat Terpisah
Gerai bakso Sony cabang Z.A Pagar Alam. Foto: Rohmah/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Bakso frozen dan bakso siap makan di Bakso Son Hajisony dicatat dengan mesin pencatat transaksi yang berbeda.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pegawai Bakso Son Hajisony di gerai cabang Z.A Pagar Alam, namun sesuai yang diminta oleh Pemerintah Kota (Pemkot), Ia mengatakan bahwa hanya penjualan makanan jadi baik dimakan di tempat ataupun dibawa pulang saja yang dicatat oleh tapping box milik Pemkot.
“Tetap ada cash register tapi ini cuma buat yang frozen saja. Makanan yang langsung jadi pakai ini,” kata pegawai tersebut menunjuk tapping box berwarna jingga milik Pemkot Bandar Lampung, Sabtu (16/10/2021).
Ia mengatakan, penggunaan tapping box ini kembali dilakukan sejak Kamis (14/10/2021).
“Sudah dari Kamis. Pertama kali dibuka itukan hari Rabu (13/10/2021) tapi karena mesinnya (tapping box) belum siap jadi belum jualan. Kalau makan ditempat itu pakai tapping box, sedangkan makanan frozen itu menggunakan cash register sendiri yang terhubung ke pusat,” paparnya.
Untuk harga baksonya sendiri, Ia mengatakan bahwa kini bakso biasa dihargai Rp20 ribu, karena jumlah pajak yang dikenakan restoran sebesar 10 persen maka total harga bakso dengan pajak kini Rp22 ribu.
“Kalau kemarin itu Pak Haji yang bayar pajak, jadi kalau sekarang langsung diambil dari pihak konsumennya,” tambahnya.
Kemudian seorang pelanggan bernama Tuti seorang warga Bandar Lampung mengatakan, dirinya sempat kecewa dengan Bakso Sony perihal masalahnya terkait pajak restoran.
“Kangen sih sudah lama tidak makan Bakso Sony. Sejak disegel pertama kali itu saya tidak makan karena saya merasa kok Bakso Sony yang saya makan ternyata tidak bayar pajak. Jadi saya tidak mau makan,” ungkapnya.
Namun setelah masalah penyegelan ini selesai Ia senang bisa kembali merasakan Bakso Sony lagi.
“Setelah persoalannya selesai saya mau makan lagi. Ya walaupun harganya naik, tapi enak sih,” tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : ANAK 14 TAHUN DI LAMSEL DIDUGA DIANIAYA OKNUM POLISI
Berita Lainnya
-
Usep Syaipudin: Pendanaan MBG Adalah Trade-Off antara Gizi dan Investasi Pendidikan
Kamis, 26 Februari 2026 -
Kostiana Sayangkan MBG Serap Dana Pendidikan: Infrastruktur Sekolah dan Kesejahteraan Guru Harus Jadi Prioritas
Kamis, 26 Februari 2026 -
Dinas Pendidikan Lampung Gelar Pesantren Kilat, Bekali Siswa Penguatan Akidah hingga Kesehatan Mental
Kamis, 26 Februari 2026 -
Pengamat Ingatkan Anggaran MBG Jangan Kurangi Porsi Utama Pendidikan
Kamis, 26 Februari 2026









