• Jumat, 29 Oktober 2021

Deklarasi Damai Pilkades Lamsel Pekan Depan, Calon Tidak Boleh Bawa Pendukung

Kamis, 14 Oktober 2021 - 11.25 WIB
26

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra sekaligus Ketua Panitia Pilkades serentak Gelombang 1 tahun 2021 Lamsel, Supriyanto, saat dikonfirmasi, Kamis (14/10/2021). Foto: Imanuel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Deklarasi Damai Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang I tahun 2021 Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) akan digelar pada 18 Oktober 2021.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra sekaligus Ketua Panitia Pilkades serentak Gelombang 1 tahun 2021 Lamsel, Supriyanto mengatakan, deklarasi damai itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Pilkades berjalan aman, damai, dan kondusif terlebih pada saat tahapan pencoblosan yang akan digelar pada 28 Oktober 2021.

"Deklarasi ini intinya mengajak kita semua, bahwa kita punya tanggungjawab agar pelaksanaan Pilkades nanti bisa berjalan dengan baik dan aman," kata Supriyanto, saat dikonfirmasi, Kamis (14/10/2021).

Dia menjelaskan, deklarasi itu akan digelar secara virtual dan diikuti seluruh calon, panitia, dan Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) masing-masing.

Deklarasi Damai akan dipusatkan di Aula Sebuku rumah dinas bupati Lampung Selatan yang dihadiri langsung oleh Forkopimda dan diikuti seluruh peserta Pilkades di 17 kecamatan secara virtual.

Dia menegaskan, pada saat deklarasi, seluruh calon tidak diperbolehkan melakukan pengumpulan masa pendukung supaya protokol kesehatan dapat terus berjalan.

"Tidak boleh bawa masa pendukung, yang datang cuman calon, Kades penyelenggara, ketua panitia, Ketua BPD, TNI, Polri dan camat," tegasnya.

Supriyanto menambahkan, gelaran Pilkades ini merupakan salah satu momentum untuk dapat meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19 di Lamsel. Karena seluruh penyelenggara dan juga calon diharuskan sudah dilakukan vaksinasi.

"Sudah kita minta untuk dipastikan semuanya tervaksin. Terlebih supaya level ini tetap aman bisa dilaksanakan," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : MESKI RESMI DIBUKA KEMBALI, PERHITUNGAN PAJAK BAKSO SONY MASIH BELUM SELESAI