• Jumat, 29 Oktober 2021

Dinas P3AP2KB Pringsewu akan Kirimkan Psikolog untuk Siswa yang Putus Sekolah

Jumat, 08 Oktober 2021 - 12.10 WIB
28

Kasubag TU UPT PPA Pringsewu Nella Heldayanti .

Pringsewu, Kupastuntas.co - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Pringsewu melalui UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Rabu lalu (6/10/21) telah menyambangi rumah (T) mantan siswa SMP N 2 Banyumas yang putus sekolah satu tahun lalu guna meninjau keadaan nya secara langsung. 

Nella Heldayanti (36) selaku Kasubag TU UPT PPA Pringsewu menerangkan bahwa dari kunjungan tersebut didapat keterangan oleh orang tua (T) bahwa alasan anak nya keluar dari sekolah selain pengakuan T yang sempat menjadi korban kekerasan dirinya juga malas untuk mengikuti pelajaran di sekolah. Meski begitu, saat ditanyai secara langsung ternyata (T) masih ingin bersekolah seperti dulu. 

"Kami ke sana bersama tim untuk melihat langsung keadaan nya dan T kemarin antusias dengan kedatangan kami saat itu. Dari pertemuan kemarin kami mendapat informasi dari orang tua yang bersangkutan kalau anak nya ini malas bersekolah tapi saat kami tanya sebenarnya di mau lagi  bersekolah," ucap Nella, Jumat (8/10/21). 

"Sayang kalau dia gak sekolah karena itu kan hak anak untuk mendapatkan pendidikan jadi kalau nanti bener dia mau sekolah kami siap membantu mendampingi si anak untuk kembali ke sekolah," terang nya. 

Nella melanjutkan bahwa dari informasi yang didapat tersebut pekan depan UPT PPA akan mendatangkan Psikolog yang dimiliki oleh Dinas P3AP2KB ke rumah (T) sebagai upaya penanganan terhadap masalah ini.  

"Rencana Kamis depan kami akan datangkan Psikolog yang kami punya ke rumah T untuk mengorek secara lebih dalam tentang alasan T ini karena kalau Psikolog  yang turun langsung akan bisa didapat alasan sebenarnya dan si T gak akan bisa bohong," lanjut nya. 

Apabila nanti dari hasil pengecekan oleh Psikolog menunjukan ada indikasi trauma pada diri T maka penanganan dengan cara ini akan terus dilanjutkan agar T dapat segera pulih dan bisa kembali bersekolah. 

"Kedatangan tim kemarin fokus pada penanganan penyelesaian masalah si T ini jadi kami tidak mengorek-ngorek kejadian dulu yang dialami si anak. Kalau kata dia kemarin di media beberapa waktu lalu si anak ini sendiri bilang kalau dia mengalami kekerasan saat di sekolah. Tapi kami sama sekali gak menanyakan atau menyinggung hal itu karena akan membuka luka lama dia sebab tujuan kami ingin memberikan solusi kepada nya," terang Nella.  (*)