Stok Beras di Gudang Bulog Lampung Mampu Penuhi Kebutuhan Hingga 2022
Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sebanyak 47 ribu ton beras saat ini masih tersimpan di Gudang Bulog Lampung. Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat Lampung hingga tahun 2022 mendatang.
Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Faisal mengatakan, stok beras saat ini yang ada di gudang Bulog sebanyak 47 ribu ton diperkirakan memenuhi kebutuhan sampai tahun depan.
"Jadi menjelang tahun baru aman," kata Faisal, saat dimintai keterangan, Minggu (3/10/2021).
Ia juga mengatakan, pihaknya secara terus menerus melakukan penyerapan gabah milik petani. Hal tersebut guna mengantisipasi penurunan harga gabah disaat petani tengah melakukan panen raya.
"Penyerapan gabah terus dilakukan dan kita terus melakukan pengadaan. Sehingga diharapkan harga gabah tidak menurun serta memenuhi cadangan beras pemerintah," lanjutnya.
Menurutnya, pada tahun 2021 ini pihaknya menargetkan dapat menyerap 70 ribu ton gabah milik petani yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Hingga saat ini penyerapan sudah lebih dari 50 persen.
"Sampai akhir September kemarin penyerapan gabah kurang lebih sudah 35 ribu ton atau sudah lebih dari 50 persen dari target 70 ribu ton. Saat ini kita sedang lakukan penyerapan 3 ribu ton," terangnya.
Namun ia mengatakan jika pada saat musim kemarau yaitu masa tanam pada bulan April hingga September jumlah gabah yang dihasilkan petani sedikit mengalami penurunan.
"Saat musim gadu memang gabah yang dihasilkan sedikit mengalami penurunan. Namun tetap kita lakukan penyerapan. Daerah yang saat ini tengah panen ada di Kabupaten Lampung Selatan," ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh olah dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura, produksi padi di Lampung pada periode Januari hingga Agustus 2020 sebesar 1.655.131 ton dibandingkan produksi tahun 2021 yang diprediksi sebesar 1.686.842 ton meningkatkan 31.711 ton.
Sementara untuk capaian luas panen padi periode yang sama pada bulan Januari hingga Agustus 2020 seluas 344.998 hektar dan tahun 2021 diprediksi seluas 349.189 hektar atau meningkat 4.191 hektar. (*)
Video KUPAS TV : PERCEPATAN VAKSINASI TANGGAMUS DIGENCARKAN, WARGA JANGAN PERCAYA HOAX! (BAGIAN 1)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
Kamis, 14 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026








