Meski Kasus Covid-19 Melandai, IDI Bandar Lampung Sebut Permintaan Plasma Konvalesen Masih Ada
Ketua IDI Bandar Lampung, Aditya M Biomed.
Bandar Lampung, Kupastuntas.co - Ketua IDI Bandar Lampung, Aditya M Biomed menyampaikan bahwa meski kasus covid-19 relatif mengalami penurunan, permintaan plasma konvalesen masih ada dan stoknya juga dapat dikatakan cukup karena dapat disimpan sampai kurun waktu satu tahun.
Namun, secara pribadi dirinya belum tahu apakah plasma konvalesen yang ada bisa ampuh menangani varian covid-19 yang mungkin saja muncul di waktu yang akan datang.
“Plasma konvalesen sekarang untuk varian baru covid-19, itu saya juga sulit menjawabnya. Tapi berhubungan dengan ini, saya juga ingin menyampaikan hal yang menurut saya juga penting,” kata Aditya saat dihubungi via telfon, Jumat (1/10/2021).
Ia menyampaikan bahwa tidak hanya dari dalam menyembuhkan, seharusnya pemerintah juga memperkuat pintu-pintu negara untuk mencegah varian baru agar tidak masuk ke Indonesia, seperti sebelum-sebelumnya.
“Semua varian covid-19 sampai saat ini tidak ada yang original dari indonesia. Semuanya dari luar negeri. Varian delta dari India, bahkan yang alfa atau induknya juga dari Wuhan, China. Sekarang ada varian MU pun dari luar,” ungkapnya.
Ia berharap ada pembatasan ketat untuk masyarakat asing yang mau masuk ke Indonesia untuk mencegah gelombang ketiga.
“Jadi pelajaran berharga juga sebenarnya saat varian delta masuk. Wewenang kementerian kesehatan juga untuk memperkuat pintu negara. Kita belum pernah mengekspor varian covid, selalu menerima, tapi ketika kita masuk ke negara lain diperlalukan begitu susahnya, giliran mereka yang masuk kesini kok mudah sekali,” ujarnya.
“Kita bukan menakut-nakuti ya soal covid-19, malah kami inilah yang paling takut, kami yang paling banyak kasus kematian. Ada 700 lebih dokter dan profesor meninggal karena tugas profesi covid-19. Makanya saya sangat senang covid-19 sudah turun, tapi itu tadi saya minta masyarakat untuk terus waspada jangan lengah karena ini tidak terduga dan banyak momentumnya,” tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
Pemprov Lampung Terapkan Tunda Bayar, Akademisi Ingatkan Dampak ke Iklim Usaha
Minggu, 04 Januari 2026 -
Alami Tunda Bayar Proyek, Kontraktor Hanya Bisa Pasrah
Minggu, 04 Januari 2026 -
Pemprov Lampung Terapkan Tunda Bayar Akhir 2025, Realisasi PAD Baru 79,95 Persen
Minggu, 04 Januari 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Masuk Daftar Kampus Terbaik Indonesia Versi UniRanks 2025
Sabtu, 03 Januari 2026









