• Sabtu, 04 Desember 2021

Warga Tanjung Agung Tanggamus Minta Pembangunan Jalan yang Rusak Parah

Minggu, 19 September 2021 - 18.23 WIB
194

Jalan di atas tanggul Banyu Urip yang kondisinya rusak parah. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Warga Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Kotaagung Barat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus membangun dan mengaspal jalan di atas tanggul Banyu Urip yang kondisinya rusak parah.

Jauhari, salah seorang warga Pekon Tanjung Agung menuturkan, selama ini Pemkab Tanggamus belum pernah membangun akses jalan sendiri yang menghubungkan Pasar Wonosobo-Tanjung Agung, atau Banyu Urip-Tanjung Agung.

Yang ada selama tahun 1986 pasca banjir besar (saat itu masih masuk Lampung Selatan) sampai saat ini, warga masih menggunakan tanggul penahan banjir Banyu Urip menjadi jalan utama. Dimana kondisinya juga rusak parah, dan sangat membahayakan pengguna jalan.

Pemkab Tanggamus selama ini terkesan tutup mata dan membiarkan jalan penghubung ke Pekon Tanjung Agung, terutama di atas tanggul rusak parah, dan menghambat aktivitas warga.

Hal ini menyebabkan warga merasa ada diskriminasi dan kecemburuan sosial, karena kurangnya perhatian dari pemerintah daerah.

"Jadi selama ini kami dianaktirikan. Bayangkan saja, hanya kurang lebih tiga kilometer dari Pasar Wonosobo, kami di sini, masih berkutat soal jalan yang gak pernah dibangun di atas tanggul ini," kata Jauhari, kepada Kupastuntas.co, Minggu (19/9/2021).

Asep, Kaur Pembangunan Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Kotaagung Barat mengatakan, pihak pekon sudah berulang kali mengusulkan pembangunan dan pengaspalan jalan di atas tanggul kepada Pemkab, DPRD bahkan kepada Bupati Tanggamus, Dewi Handajani, tetapi belum ada tanda-tanda akan ditindaklanjuti.

"Cobalah sesekali para pejabat Pemkab datang saat hujan, dan bawa sepeda motor, untuk merasakan, betapa rusaknya jalan di atas tanggul hingga menuju pasar Wonosobo," terangnya.

Menurutnya, sudah tak terhitung jumlah warga yang mengalami kecelakaan tunggal di jalan ini. Betapa sengsaranya warga membawa hasil panen dan ikan untuk di jual ke pasar.

"Belum lagi aksi kejahatan seperti begal, motor dirampas, beraksi di titik jalan rusak ini, karena sepanjang tanggul tidak ada rumah warga," ujar Asep.

Dengan kondisi jalan yang rusak tersebut lanjutnya, sangat wajar jika sangat jarang ada warga luar yang mau berkunjung ke Pekon Tanjung Agung. "Wajar kalau desa kami jadi desa tertinggal, karena jalan rusak ini," ujarnya.

"Kalau alasannya tanggul sungai tidak bisa diubah jadi jalan. Ya, dibangun jalan baru di samping tanggul. Itu kan sebelahnya persawahan," pintanya. (*)


Video KUPAS TV : AKSES JALAN WARGA DITEMBOK, RUMAH TERANCAM BANJIR