• Jumat, 29 Oktober 2021

Koperasi PPN Lampung Diminta Jalin Kerjasama dengan Petani Antisipasi Mahalnya Harga Jagung

Kamis, 16 September 2021 - 16.19 WIB
43

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kusnardi, saat dimintai keterangan, Kamis (16/9/2021). Foto : Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Koperasi Pinsar Petelur Nasional (PPN) Lampung diminta untuk menjalin kerjasama dengan para petani guna mengantisipasi mahal nya harga jagung yang digunakan sebagai pakan ternak.

"Kita sedang usulkan supaya koperasi petelur dapat bekerjasama langsung dengan petani jagung dengan model korporasi. Sehingga harga bisa lebih murah karena langsung didapat dari petani," kata Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kusnardi, saat dimintai keterangan, Kamis (16/9/2021).

Ia mengatakan, harga jagung kering sebagai pakan ternak saat ini mengalami kenaikan menjadi Rp5.800 dan jauh diatas harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Memang selama ini jagung berbeda dengan beras yang ada penyangga nya yaitu Bulog. Presiden sudah menetapkan Rp 4.500 per kilogram hanya bagaimana Kementerian Perdagangan menjaga agar harganya tetap stabil," katanya lagi.

Menurutnya, tinggi nya harga jagung terjadi secara nasional akibat adanya kenaikan permintaan yang tinggi di negara China sehingga terjadi gangguan produksi di negara yang menjadi penghasil jagung.

"Dengan harga Rp 4.500 menurut saya sudah ideal. Petani juga sudah mendapatkan untuk dengan harga segitu. Serta peternak juga merasa tidak terlalu mahal," katanya lagi. 

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti mengatakan, kenaikan harga jagung yang terjadi belakangan ini juga berpengaruh terhadap kenaikan harga pakan untuk unggas petelur.

"Namun Alhamdulillah bisa diatasi karena peran dari PPN Lampung dan Koperasi PPN Lampung Berjaya yang selalu berkoordinasi sesama anggota peternak ayam petelur," kata dia.

Berdasarkan data dari Bandan Pusat Statistik (BPS) mencatat jika Provinsi Lampung merupakan salah satu sentra produksi jagung dengan kontribusi nya terhadap produksi nasional mencapai 8,6 persen. 

Sedangkan luasan panen jagung di Lampung sendiri mencapai 486.313 hektare dengan produktivitas 5,3 ton per hektar nya. (*)