Pemkot Buat Sistem Pendataan Terpadu Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bandar Lampung, Sri Asiyah, saat dimintai keterangan, Rabu (15/9/2021). Foto: Rohmah
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung berkoordinasi dengan lembaga dan instansi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, mengadakan pelatihan sistem pendataan terpadu kasus kekerasan perempuan dan anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bandar Lampung, Sri Asiyah mengatakan, selama ini pendataan tiap instansi tentang kekerasan perempuan dan anak-anak belum terhimpun jadi satu.
“Selama ini kami mendata masing-masing tiap lembaga, jadi kami saat ini sedang mengadakan pelatihan pendataan kasus perempuan dan anak secara online yang sistem nya sudah disiapkan oleh kementerian,” kata Sri Asiyah ketika dimintai keterangan, Rabu (15/9/2021).
Penghimpunan data yang dibuat dalam Aplikasi Simfoni ini dikatakannya bahwa tidak hanya Pemkot saja, tapi juga lembaga-lembaga yang berkaitan dengan isu kekerasan perempuan dan anak.
“Yang kita latih ini tidak hanya dari dinas kita dan lembaga pemerhati perempuan dan pemerhati anak saja, tapi juga bidang kesehatan sosial rumah sakit, kepolisian dan sebagainya,” ungkapnya.
Hal ini dikarenakan pada kasus-kasus yang sudah ada, korban kekerasan biasanya tidak hanya melapor pada dinas PPPA saja, tapi juga hanya ke rumah sakit, ke kepolisian, atau NGO.
“Kurang lebih ada 6 lembaga yang dilatih, harapannya ini bisa kami jadikan terintegrasi satu saja,” ujarnya.
Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana juga berharap, sistem pendataan online ini bisa berjalan dengan lancar sehingga nantinya proses pendataan yang menjadi acuan pembuatan kebijakan bisa lebih efektif.
“Semoga sistem online ini bisa berjalan lancar dan makin efektif,” katanya.
Ia juga mengimbau kepada para korban kekerasan untuk tidak malu melapor ke instansi apapun yang dirasakan nyaman baginya.
“Semoga masyarakat kini tidak malu ya untuk melapor, tidak menutupi masalah seperti ini karena ini untuk kebaikan bersama,” ungkapnya.
Eva juga mengimbau kepada para suami, untuk melindungi keluarganya agar tidak terjadi kekerasan yang dirasakan perempuan maupun anak baik itu secara fisik maupun psikologis.
“Keadaan apapun harus dijalani sama-sama, seorang suami harus menjaga keluarganya. Kalau suami tidak bekerja, ya berarti harus memberikan semangat ke istrinya, agar tetap harmonis. Butuh kolaborasi diantara keluarga agar keluarga tetap berjalan baik,” tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : WALIKOTA EVA DWIANA TINJAU HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH
Berita Lainnya
-
Dinkes Catat 333 Warga Bandar Lampung Terjangkit HIV Sepanjang 2025
Sabtu, 21 Februari 2026 -
Sahara Azana: Sambut Hari Ramadan bersama Azana Boutique Hotel Lampung
Sabtu, 21 Februari 2026 -
Si Jago Merah Ngamuk di Kota Sepang, Penghuni Alami Luka Bakar 50 Persen
Sabtu, 21 Februari 2026 -
Jejak Kasus Korupsi Lampung Tengah Terus Diusut, KPK Periksa PPK Dinkes
Sabtu, 21 Februari 2026









