• Senin, 27 September 2021

BNN Sebut Sebanyak 31811 Warga Lampung Terpapar Narkoba

Selasa, 14 September 2021 - 12.09 WIB
41

Kepala BNN Lampung, Brigjen Pol Drs. Edi Swasono, saat menjadi narasumber di Acara Kupas Podcast, yang dipandu CEO Kupastuntas Donald Harris Sihotang, S.E., M.M, dengan tema 'War On Drugs Dimasa Pandemi', Selasa (14/9/2021). Foto: Lucky/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung mencatat, sebanyak 31.811 masyarakat di Provinsi Lampung telah terpapar narkoba.

Hal itu diungkapkan Kepala BNN Provinsi Lampung, Brigjen Pol Drs. Edi Swasono, saat menjadi narasumber di Acara Kupas Podcast, yang dipandu oleh CEO Kupastuntas Donald Harris Sihotang, S.E., M.M, dengan tema 'War On Drugs Dimasa Pandemi', Selasa (14/9/2021).

Sementara secara nasional, sebanyak 3 juta jiwa masyarakat Indonesia terpapar narkotika. Menurutnya hal ini sudah sangat mengkhawatirkan dan Indonesia telah menjadi marketing yang sangat sangat luar biasa.

Ia melanjutkan, jika di akumulasi jenis narkoba saja, maka dalam satu bulan diperlukan 1,6 ton untuk menyuplai 3 juta jiwa itu.

"Nah kalau di Lampung 31.811 orang dengan memakai 1 gram sabu per bulannya, maka marketing di Lampung sekitar 31 kilogram yang kalau di rupiah kan di pasar gelap di Lampung saja Rp1 juta per satu gram nya. Sehingga rakyat Lampung harus mengeluarkan 32 miliar untuk membelanjakan narkoba dalam satu bulannya," ungkap Edi Swasono.


Dengan demikian jelasnya, Indonesia menjadi negara yang darurat narkoba, karena pertama, Indonesia saat ini sudah bukan menjadi transit saja, tapi sudah menjadi marketing bahkan ada indikasi sebagai produsen narkoba.

Dengan kedaruratan terangnya, presiden mengeluarkan instruksi, yang pertama no 20 tahun 2018, namun ini di upgrade kembali, terakhir no 2 tahun 2020.

"Yang intinya adalah kewajiban partisipasi aktif seluruh kementerian lembaga termasuk BUMN, BUMD dan masyarakat luas untuk pro aktif dalam program rencana nasional, program pencegahan pemberantasan, peredaran gelap narkoba," ujarnya.

Edi Swasono menambahkan, kedaruratan lainnya adalah narkoba sudah merambah ke seluruh instansi. Berdasarkan catatan di pihaknya dalam detik ini tidak ada institusi yang oknum anak buahnya tidak terpapar narkoba.

"Maka ini sudah sangat mengerikan. Namun yang jelas narkoba adalah lawan yang tanpa bentuk, dia menyerang tidak mengenal status, pangkat dan golongan. Maka peredaran narkoba ini tidak boleh kita abaikan," terangnya. (*)


Video KUPAS TV : PERAIRAN TELUK LAMPUNG TERCEMAR LIMBAH HITAM MIRIP ASPAL