Limbah Hitam Seperti Aspal Cemari Pantai Ketang Lamsel
Limbah hitam yang mencemari Pantai Ketang, Lampung Selatan. Foto: Imanuel/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Limbah berwarna hitam seperti aspal yang mencemari beberapa bibir pantai di Provinsi Lampung ternyata ditemukan juga di pantai Kecamatan Kalianda Lampung Selatan (Lamsel).
Pantauan Kupastuntas.co pada Sabtu (11/09/2021), limbah berwarna hitam pekat itu ditemukan di sepanjang bibir pantai Ketang, Kelurahan Wai Lubuk, Kecamatan Kalianda.
Terlihat cairan menyerupai aspal itu menempel pada bebatuan, sampah plastik dan juga batang-batang pohon kering yang terbawa ombak hingga ke pantai.
Di beberapa lokasi, limbah itu pun terlihat sudah menyatu dengan pasir pantai, sehingga warna pasir pun berubah menjadi kehitaman.
Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan, cairan pekat yang menempel pada benda-benda di bibir pantai ditemukan sejak 2 minggu yang lalu.
"Sudah sekitar 2 minggu mas itu sampah nya ada disini, bentuknya kaya aspal," katanya.
Awalnya, limbah berwarna hitam pekat itu diduga merupakan cairan biasa yang menempel di sampah yang terbawa ombak. Namun ketika disentuh, ternyata cairan itu lengket dan berbau seperti aspal.
"Semakin hari semakin banyak kemarin itu, tapi kalau sekarang ini sudah ada beberapa warga sekitar yang membersihkan karena memang banyak yang kerja disekitar sini," lanjutnya.
Nahrani salah seorang warga lainnya yang merupakan petani rumput liar dan tukang rongsok mengatakan, limbah itu ketika diinjak maka akan langsung menempel di kaki dan tidak bisa dicuci dengan sabun.
"Banyak itu, kalau diinjak ya nempel itu. Kalau rumput laut itu enggak kena, soalnya kan didalam air," ujarnya.
Dia menambahkan, akibat adanya limbah itu, sampah-sampah plastik seperti botol air mineral yang biasa dikumpulkannya dari bibir pantai pun tidak dapat dijual lagi.
"Sayang itu, biasanya saya tiap hari ngumpulin botol-botol bekas di sepanjang pantai ini. Tapi karena sudah menempel begini kan susah dibersihkannya, harus pakai bensin. Malah jadi keluar duit kita," terangnya. (*)
Video KUPAS TV : TAK BISA BELI SOLAR, NELAYAN LAMTIM SUDAH 2 MINGGU TAK MELAUT
Berita Lainnya
-
Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu: PTPN I Paling Siap Dukung Ketahanan Energi
Rabu, 10 Juni 2026 -
Pesta Pernikahan di Lampung Selatan Diserbu Tawon Vespa, Tamu Undangan Kocar-kacir
Selasa, 09 Juni 2026 -
Jatuh dari Kapal di Selat Sunda, Warga Lampung Utara Bertahan Semalaman di Laut dan Selamat di Pulau Penjurit
Jumat, 05 Juni 2026 -
Inspektorat Lamsel Ungkap Pegawai Dinkes Terima Rp 3 Juta Tiap Bendahara Puskesmas
Kamis, 04 Juni 2026








