• Jumat, 15 Mei 2026

Tingkatkan Omset di Tengah Pandemi, Menteri Teten Masduki Ajak UMKM Bertransformasi ke Digital

Kamis, 09 September 2021 - 13.25 WIB
68

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, saat memberikan sambutan pada acara open ceremony Lampung begawi di Bank Indonesia Lampung, secara virtual, Kamis (9/9/2021). Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan pihaknya mengajak para Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertransformasi ke dunia digital, hal itu juga untuk meningkatkan omset di tengah melemahnya daya beli masyarakat karena pandemi Covid-19.

"Berbagai riset membuktikan bahwa UMKM yang telah bertransformasi ke digital memiliki ketahanan di tengah krisis dan lebih efisien bahkan omset nya banyak yang meningkat," kata Teten Masduki saat memberikan sambutan pada acara open ceremony Lampung begawi di Bank Indonesia wilayah Lampung, secara virtual, Kamis (9/9/2021).

Pihaknya juga menargetkan UMKM go digital mencapai 30 juta di tahun 2024. Dengan menggunakan Quick Response Code sebagai sistem pembayaran yang modern.

Apa lagi terangnya, Lampung sangat potensi di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang mana di tiga sektor itu jadi penyumbang terbesar produk regional bruto provinsi Lampung pada Juli 2021 yakni 30,55 persen. Lalu komoditas ekspor sebagian besar juga dari sektor pertanian.

"Sekali lagi untuk memperkuat itu melalui badan koperasi. Kita jangan lagi biarkan usaha mikro perorangan, petani kecil yang berlahan sempit perorangan. Kita harus konsolidasi sehingga mereka masuk pada sekala ekonomi dengan koperasi," ungkapnya.

Sementara, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, pandemi ini membuat keterlambatan pertumbuhan ekonomi diseluruh sektor usaha termasuk UMKM didalamnya.

Kebijakan pemerintah terhadap pembatasan interaksi masyarakat supaya dapat mengurangi dampak penyebab covid-19, telah mempengaruhi secara langsung pada kinerja usaha produktivitas dan pemasaran hasil produksi UMKM 

"Berdasarkan survey Bank Indonesia terhadap 2970 koresponden, 70,3 persen UMKM telah memanfaatkan flatpom digital dan tergabung dalam korporatisasi ternyata memiliki kemampuan untuk bertahan di tengah kondisi pandemi," ucap Arinal.

Dengan demikian, ekonomi harus ditingkatkan bagaimana pengembangan dan peningkatan komoditi di sektor pertanian bisa menjadi unggul di tingkat Nasional.

"Karena kebutuhan pangan di Jakarta itu hampir 50 persen nya dari provinsi Lampung. Oleh karena itu ini harus kita pertahankan agar UMKM sebagai garda terdepan mampu mengembangkan, meningkatkan hilirisasi kepentingan komoditi pangan secara luas," harapnya.

Terlebih Provinsi Lampung merupakan gerbang Sumatera. Hal ini tentunya menjadi potensi sumberdaya yang besar dapat terus dikembangkan ke destinasi wisata nya juga.

"Keindahan alamnya bisa kita suguhkan pada wisatawan. Sehingga sektor pariwisata ini bisa menjadi pertumbuhan ekonomi baru," tandasnya. (*)

Video KUPAS TV : BUPATI MUSA AHMAD RESMIKAN PUSAT COMANDO PENANGANAN COVID 19

Editor :