• Sabtu, 04 Desember 2021

Limbah Hitam Cemari Pantai Teluk Semaka Tanggamus

Rabu, 08 September 2021 - 19.33 WIB
181

Tim Bidang Pengendalian DLH Tanggamus saat meneliti pencemaran limbah di Pantai Harapan, Pekon Way Gelang, Kotaagung Barat. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Cairan kental hitam seperti aspal ditemukan masyarakat mencemari Pantai Teluk Semaka, di Kecamatan Kotaagung dan Kotaagung Barat, Tanggamus sejak Senin (6/9/2021). Hingga Rabu (8/9/2021) sore limbah itu masih terlihat bercampur pasir pantai dan potongan kayu.

Limbah hitam itu terhempas ombak ke bibir pantai. Salah satunya di sepanjang pantai Harapan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kotaagung, yang menjadi bagian dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri (SUPMN) Kotaagung.

Kepala SUPMN Kotaagung, Khairudin, membenarkan adanya temuan limbah cairan hitam dan kental menggumpal yang menyerupai aspal curah mengotori pantai Harapan, Pekon Way Gelang, Kecamatan Kotaagung.

"Kalau pagi hari cairan itu memenuhi pantai terbawa oleh ombak pasang laut, dan sebagian terbawa arus ke tengah laut," kata Khairudin.

Menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Polairud, dan langsung melakukan pengecekan serta mencari tahu dari mana limbah tersebut  berasal.

Tetapi berdasarkan analisa, limbah tersebut juga ditemukan di pantai daerah lain, seperti di Pantai Padang Cermin (Pesawaran), maka limbah tersebut berasal dari lautan samudera.

"Akan tetapi jika di pantai daerah lain tidak ada (limbah), maka dugaan kuat limbah tersebut berasal dari kapal-kapal yang berlabuh di perairan Teluk Semaka, saat menguras tangki endapan dan membuangnya ke laut," ucapnya.

Untuk itu, Khairudin mendesak dinas terkait segera mencari tahu dari mana asal limbah tersebut. Pasalnya banyaknya tambak udang yang berada di pantai Teluk Semaka yang akan berdampak kurang baik bagi budidaya ikan.

Sejumlah nelayan payang pokek juga mendesak pihak terkait melakukan penyelidikan muasal limbah tersebut.

"Pantai-pantai yang tercemar ini merupakan dermaga tempat nelayan menambatkan perahu, sekaligus tempat mencari penghidupan. Jika tidak ada tindakan tegas, pencemaran akan terus berulang," kata seorang nelayan setempat.

Sementara Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanggamus, Kemas Amin Yusfi mengatakan, tim Bidang Pengendalian DLH Tanggamus, mulai bergerak meneliti pencemaran yang terjadi di Pantai Teluk Semaka.

Tim melihat ada indikasi pencemaran berupa cairan kental hitam seperti aspal atau minyak mentah di sepanjang pantai dan mengapung di laut.

"Kita ambil sampel untuk diteliti di provinsi, kita tinggal menunggu hasilnya. Jadi kita belum bisa mengindikasi sumber pencemaran dari mana. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan provinsi, meminta provinsi mengambil langkah-langkah konkrit, karena laut kewenangan provinsi," kata Kemas.

Menurut Kemas, berdasarkan informasi dari DLH Provinsi Lampung, limbah serupa juga ditemukan di pantai Pesawaran, Lampung Selatan dan Tulang Bawang, pada waktu yang sama saat limbah itu ditemukan di Pantai Teluk Semaka Tanggamus.

"Provinsi sedang mengumpulkan data dari kabupaten, dan provinsi sudah berkoordinasi dengan Gakkum Kementerian LHK untuk menguji sampel tersebut di KLHK, karena provinsi juga belum punya alat ujinya," terangnya.

Kemas menambahkan, Pemkab Tanggamus menanggapi pencemaran pantai dan laut Teluk Semaka ini dengan serius. Hal itu dibuktikan dengan dikirimnya surat yang ditandatangani Sekdakab Tanggamus ke DLH Provinsi Lampung, yang intinya melaporkan kronoligis dan indikasi pencemaran, dan berharap DLH Provinsi mengambil langkah konkrit.

"Insya Allah besok Dinas LH bersama SUPMN Kotaagung, Polairud dam Angkatan Laut melakukan bersih-bersih material pencemaran yang mengendap di darat (pantai), biar tidak terbawa ke laut lagi," pungkas Kemas. (*)


Video KUPAS TV : POLDA LAMPUNG TANGKAP 153 PELAKU KEJAHATAN DALAM SEBULAN