Lampung Ekspor 6.300 Ton Buah ke Singapura
Pelepasan ekspor produk tersebut secara simbolis dilakukan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, yang berlangsung di Pelabuhan Petikemas Panjang, Minggu (29/8/2021). Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung mengekspor perdana produk unggulan pertanian buah-buahan menggunakan operator kapal dan layanan dari Meratus Line menuju negara Singapura sebanyak 6.300 ton.
Pelepasan ekspor buah secara simbolis dilakukan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, di Pelabuhan Peti Kemas Panjang, Minggu (29/8/2021).
Produk yang ekspor dari PT Great Giant Pineapple (PT GGP) tersebut berupa Pisang, Nanas, Jambu Batu, dan buah lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, AIrlangga Hartarto dalam sambutannya melalui video conference mengatakan, selama pandemi permintaan buah dari dalam maupun luar negeri cukup besar. Untuk pangsa ekspor ada lima negara tujuan utama, yakni China, Hongkong, Malaysia, Arab Saudi dan Pakistan.
"Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha dan petani untuk dapat memenuhi permintaan pasar baik di dalam maupun di luar negeri," kata Hartarto. Dalam pemenuhan kebutuhan ekspor ini, kata Hartarto, perlu upaya integrasi untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui perluasan lahan tanam, pemanfaatan lahan marginal dan mendorong kegiatan korporatisasi petani melalui kemitraan.
"Terima kasih kepada PT GGP yang secara rutin mengirimkan ekspor buah-buahan dengan kapasitas 350 TEUs atau setara 6.300 ton per minggu. Saya berharap inisiasi semacam ini kedepannya lebih sering terbentuk, semakin banyak perusahaan yang melakukan pengiriman ke luar negeri dan bekerja sama dengan perusahaan pelayaran untuk meningkatkan perekonomian kita," ungkap Hartarto.
Sementara Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan, produk pertanian merupakan unggulan di Provinsi Lampung. Apalagi, di Lampung terdapat banyak perusahaan bertaraf internasional yang bisa membangkitkan geliat ekspor. "Hari ini PT GGP mengekspor produknya menuju Singapura. Walaupun kondisi pandemi Covid-19, kita terus mengambil langkah-langkah agar ekonomi pulih," ujarnya.
Arinal mengungkapkan, saat ini dibutuhkan kebijakan untuk memudahkan ekspor sesuai dengan standar, agar pengiriman pangan dari Lampung bisa berada di posisi kelima di Indonesia. Arinal meminta semua pihak bisa bersinergi untuk memulihkan ekonomi Lampung.
"Mengingat Lampung telah memiliki jaringan yang mendukung yakni jalan tol, untuk memudahkan transportasi menuju ke Pelabuhan Panjang," ujar Arinal. (*)
Berita Lainnya
-
Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
Jumat, 15 Mei 2026 -
Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional
Jumat, 15 Mei 2026 -
Pentas Islami XIX 2026 Universitas Teknokrat Indonesia Perkuat Ukhuwah dan Prestasi Pelajar Muslim Lampung
Jumat, 15 Mei 2026 -
Peduli Lansia, Srikandi PLN UID Lampung Berikan Bantuan Nutrisi hingga Pemeriksaan Kesehatan
Jumat, 15 Mei 2026








