Polisi Kabulkan Penagguhan Penahanan Tiga Pengeroyok Nakes Puskesmas
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Ino Harianto, saat memberikan keterangan, Senin (16/8/2021). Foto: Wulan/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Polresta Bandar Lampung kabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap tiga tersangka kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap seorang tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Kedaton, Bandar Lampung.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Ino Harianto mengatakan, penangguhan penahanan ini bagian dari proses hukum dan sesuai dengan kewenangan dari penyidik dengan beberapa pertimbangan, sesuai dengan pasal 31 KUHAP yang.
"Pertimbangannya seperti pelaku tidak mengulangi perbuatannya, tidak menghilangkan barang bukti dan tidak melarikan diri, dan dengan pertimbangan tersebut penyidik akan mengambil sebuah keputusan," katanya.
Namun penjamin dalam penangguhan tersebut adalah pihak keluarga tanpa keterlibatan dari pihak lain.
"Surat penangguhannya sudah kita terima dan yang menjamin adalah pihak keluaraga," terangnya.
Sementara Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana mengatakan, pihaknya telah mengabulkan surat penangguhan penahanan, namun proses tetap dilanjutkan.
"Karena kita ketahui juga bahwa korban sudah memaafkan ketiga pelaku yakni Awang, NV dan DD, namun meminta agar proses hukum tetap dilanjutkan, jadi kita akan melakukan itu," kata Resky, Senin (16/8/2021).
Sebelumnya, Tim penyidik telah melakukan konfrontir terhadap kedua belah pihak, jika adanya kemungkinan damai, namun mediasi bukanlah kewenangan dari tim penyidik.
"Namun jika kedua belah pihak memberikan surat perdamaian, kita akan mengakomodir itu," jelasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
Kamis, 14 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026








