IDI: Banyak Faktor Penyebab Naiknya Angka Kematian Covid-19
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lampung, Aditya M Biomed. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Angka kematian akibat Covid-19 semakin tinggi dapat diakibatkan berbagai faktor, salah satunya adalah adanya komorbid atau penyakit penyerta pada individu.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lampung, Aditya M Biomed. Ia mengatakan bahwa kenaikan tingkat kematian Covid-19 terjadi hampir di semua wilayah Indonesia.
“Banyak faktor penyebab naiknya angka kematian Covid-19. Sebenarnya tingkat kematian tinggi itu bukan cuma di Lampung saja, semua daerah juga rata-rata tinggi,” kata Aditya M Biomed, saat dihubungi kupastuntas.co, Selasa (3/8/2021).
Ia juga mengatakan, dengan adanya penyakit penyerta, pasien Covid-19 akan lebih lambat dalam menerima perawatan klinis karena sistem imun yang lemah. Penyakit bawaan yang banyak diderita oleh pasien Covid-19 adalah penyakit paru-paru, jantung, dan diabetes.
Selain itu, Aditya juga menyampaikan bahwa banyak faktor lain yang mempengaruhi tingkat kematian pasien Covid-19.
“Salah satunya dari jenis virusnya. Virusnya sendiri yang masih bisa bermutasi bisa menjadi penyebabnya. Kalau dari teorinya hasil mutasi virusnya bisa saja lebih ganas. Atau telat dirujuk karena fasilitas penuh,” ungkapnya.
Ia juga mencontohkan, ketika ada pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri di rumah, saat saturasinya turun bisa saja tidak tertangani.
“Ketersedian obat juga itu saling melengkapi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya hanya bisa mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga diri masing-masing, menaati protokol kesehatan, dan menjadi imun nya agar tetap kuat.
“Kalau dari pemerintahnya saya rasa sudah benar ya dengan adanya PPKM ini,” tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : ASRAMA HAJI JADI RUMAH SAKIT COVID-19, TAPI MASIH KOSONG
Berita Lainnya
-
BPS Ungkap 3.934 Peserta PBI JKN Idap Penyakit Kronis Sudah Meninggal
Kamis, 02 April 2026 -
BPBD Segera Bangun Sistem Peringatan Dini Banjir di Sejumlah Titik Rawan Bandar Lampung
Kamis, 02 April 2026 -
5.869 Jemaah Haji Lampung Terbagi 14 Kloter, Masuk Asrama Haji Mulai 25 April 2026
Kamis, 02 April 2026 -
Membumikan Piil Pesenggiri dan Berbahasa Lampung melalui Kamis Beradat secara Inklusif, Oleh: Koderi
Kamis, 02 April 2026








