• Senin, 27 September 2021

Viral Video RS Diduga Tolak Pasien, Kadiskes Metro Angkat Bicara

Kamis, 29 Juli 2021 - 18.29 WIB
1.4k

Screenshot video yang beredar. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Terkait viral video dugaan penolakan penanganan terhadap pasien gawat darurat di salah satu Rumah Sakit (RS) di Metro, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota setempat angkat bicara.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Metro, drg. Erla Andrianti menegaskan, fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatan di mana pun dilarang menolak pasien gawat darurat dengan alasan apapun.

Sementara, terkait viral nya video tersebut, Erla mengaku belum mengetahui secara pasti kronologis nya.

"Rumah sakit tak boleh menolak pasien. Bahasa menolak itu saya kurang tahu, tapi pasien itu bukan pasien covid sepertinya. Karena tidak terdata terkonfirmasi," ucap Erla, saat dikonfirmasi kupastuntas.co, Kamis (29/7/2021) sore.

Ia menduga, tidak tertanganinya pasien gawat darurat hingga meninggal dunia tersebut akibat keterbatasan oksigen.

"Tapi kemarin karena keterbatasan oksigen. Mungkin. Sehingga pasien tidak mau masuk. Mungkin begitu. Kalau itu, gak ada laporan ke saya terkait penolakan. Itu kan versi dari keluarga pasien," ucapnya.

Meski begitu, ia kembali menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk fasilitas maupun tenaga kesehatan menolak menangani pasien yang ingin menjalani perawatan.

"Semua prioritas untuk dilayani. Apalagi dalam keadaan kritis," singkatnya.

Sementara, kabar beredar setiap calon pasien non Covid-19 yang ingin menjalani perawatan intensif dengan memanfaatkan fasilitas oksigen dari rumah sakit disodorkan blanko penanganan pasien Covid-19.

Ditanya terkait benar atau tidaknya informasi atas kabar tersebut, Kadis Kesehatan Kota Metro mengaku tidak mengetahui informasi itu.

"Mungkin itu langsung tanyakan ke rumah sakit perihal teknisnya. Saya kurang begitu tahu. Nanti takutnya salah. Itu pihak rumah sakit yang tahu teknisnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Yohanes Erlangga, pemuda 27 tahun warga Jalan Banteng RT 39 RW 15, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat meninggal dunia diduga akibat tidak mendapatkan pelayanan kesehatan dari sejumlah rumah sakit di Metro.

Ia menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (28/7/2021) sekira pukul 16.00 WIB, setelah diduga mendapat penolakan dari empat rumah sakit di Metro dengan alasan penuhnya kamar serta stok oksigen kosong.

Keluarga korban menuturkan, Yohanes pertama kali dilarikan ke RSUD Ahmad Yani Metro untuk meminta perawatan, namun ditolak. Pihak RSUD Ahmad Yani justru menyarankan keluarga korban untuk menyediakan tempat tidur sendiri jika ingin dirawat di RSUD.

Mendengarkan jawaban tersebut, keluarga korban melarikannya ke Rumah Sakit Permata Hati, namun kembali mendapat penolakan. Selanjutnya, korban Yohanes dibawa ke RS Azizah dan terakhir ke RS Mardiwaluyo Metro, namun tidak membuahkan hasil.

Berdasarkan keterangan keluarga, Yohanes memiliki riwayat penyakit paru-paru yang mengharuskan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit. (*)


Video KUPAS TV : 11 NAKES KENA COVID, PUSKESMAS DI METRO TUTUP