• Selasa, 28 September 2021

Verifikasi dan Validasi DTKS di Lambar Tinggal Tiga Hari Lagi

Rabu, 28 Juli 2021 - 15.15 WIB
379

Kepala Dina Sosial Lampung Barat, Jaimin. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Sejak awal Juni lalu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lampung Barat melakukan Verifikasi dan Validasi (Verivali) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), di bumi beguai jejama sai betik itu.

"Sedang berlangsung perbaikan data DTKS  ofline di tingkat pekon. Kegiatan tersebut berlangsung sampai 31 Juli 2021 dan sudah dimulai sejak 2 Juni lalu," kata kepala Dinsos Lampung Barat, Jaimin, Rabu (28/7/2021).

Jaimin mengaku, kuota DTKS sudah terpenuhi 40 persen dengan jumlah data sebanyak 119.120 jiwa. Mekanisme perbaikan dan penambahan data baru DTKS harus melalui verval dan musdes di tingkat pekon terlebih dahulu baru kemudian di lakukan eksport data ofline nya. 

"Dinsos hanya meneruskan data dari Pekon, kewenangan finalisasi data berada di Kemensos (pusdatin), dan semua bentuk bantuan sosial harus mengacu pada DTKS," paparnya.

"Verivali ini lebih kepada pemadanan NIK KTP dengan NIK DTKS, dengan jumlah DTKS sebanyak 119.120 jiwa, proses Verivali dengan SIKS-NG, dengan melibatkan banyak petugas," lanjutnya.

Dalam proses Verivali ini pihaknya melibatkan sebanyak 15 orang TKSK, 136 operator pekon dan kelurahan, 15 TKPK dan juga didampingi oleh Pendamping PKH. 

Jaimin berharap agar seluruh operator SIKS-NG Pekon untuk segera melakukan eksport data ofline tersebut dikarenakan 2 Agustus 2021 operator SIKS-NG kabupaten akan melakukan import data online ke server SIKS-NG PUSDATIN KEMENSOS. 

"Apabila Pekon tidak melakukan eksport data perbaikan DTKS ofline dimungkinkan akan kehilangan data DTKS disebabkan karena sistem akan menghapusnya secara otomatis," tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga harus jujur, kalau memang merasa sudah mampu secara finansial jangan mengaku-ngaku miskin, sehingga DTKS akan lebih baik lagi kedepannya. "Petugas juga harus profesional dalam melaksanakan tugas dilapangan," tutupnya. (*)

Video KUPAS TV : NAKES MINTA UANG SWAB ANTIGEN DI BUS VIRAL