Resmi Ditutup, Pelamar CPNS dan PPPK Lampura Capai 5.376 Orang
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lampura, Drs. Hairul Fadilla, M.M. Foto: Riki/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Utara - Pasca ditutupnya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), total pelamar mencapai 5.376 orang dari 2.620 yang akan diterima.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lampura, Drs. Hairul Fadilla, M.M bahwa kendati pelamar sudah melebihi formasi yang ada namun setiap pelamar memiliki kesempatan dan peluang yang sama.
"Seluruh peserta atau pelamar diharapkan mempersiapkan diri dengan baik, belajar untuk menghadapi ujian SKD dan SKB kelak menunggu jadwal dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pusat," kata Hairul, Selasa (27/7/2021).
Hairul juga menerangkan, masih terdapat satu formasi yang kosong sampai jadwal penutupan Senin (26/7/2021) pukul 23.59 WIB yaitu formasi CPNS apoteker untuk disabilitas.
"Kemungkinan karena tidak ada pelamar akan dibuka di tahun mendatang," pungkasnya.
Untuk diketahui, dari 2.620 formasi CPNS dan PPPK tahun 2021 ini diantaranya formasi PPPK guru sebanyak 2.309 orang dengan jumlah pelamar 2.047 orang, formasi CPNS 309 orang dengan pelamar 3.249 orang dan PPPK non guru formasi 2 orang pelamar mencapai 80 orang.
Selain itu, formasi CPNS yang paling banyak diminati adalah formasi ahli pratama penyuluh pertanian dengan formasi 62 orang dan total pendaftar mencapai 987 orang dan formasi ahli pratama analisis data base dengan formasi 2 orang dengan pelamar 646 orang. (*)
Berita Lainnya
-
Tiga Motor Raib di Parkiran RS Lampung Utara, Polisi Tangkap Dua Pelaku
Kamis, 12 Februari 2026 -
3.590 Peserta Semarakkan Pawai Songsong Ramadhan 1447 H, Wujud Syiar dan Pembinaan Karakter Pelajar
Kamis, 12 Februari 2026 -
Banjir Rendam 115 Rumah di Lampung Utara, Tiga Kecamatan Terdampak
Minggu, 18 Januari 2026 -
11 Siswa di Lampura Keracunan, Pengelola MBG Akui Lalai dan Siap Perketat Pengawasan
Selasa, 13 Januari 2026









