• Senin, 27 September 2021

TAJUK - Sulit Hirup Oksigen

Jumat, 23 Juli 2021 - 06.28 WIB
22

Tajuk. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co - Keberadaan tabung oksigen kini semakin langka di tempat-tempat penjualan semenjak meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19 belakangan ini di Provinsi Lampung.

Meningkatnya kasus Covid-19 sampai-sampai beberapa waktu lalu pelataran Rumah Sakit Abdul Moeloek dipenuhi pasien terpapar Covid-19. Dan beberapa rumah sakit rujukan lainnya juga penuh.

Sehingga akibatnya pasien Covid-19 sulit untuk mendapatkan tabung oksigen, dan juga jelas sulit menghirup oksigen. Karena penyakit ini menyerang saluran pernapasan sehingga membutuhkan bantuan oksigen.

Meningkatnya permintaan ini membuat pelaku industri menaikkan produksinya. Seperti kapasitas produksi PT Aneka Gas Industri Tbk yang saat ini mencapai 500 tabung per hari dan akan dipasok ke seluruh rumah sakit di Provinsi Lampung.

Juga dialami oleh agen tabung oksigen di Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat mengaku permintaan tabung oksigen dalam dua minggu terakhir ini memang banyak, sehingga stok lebih cepat habis. Jika sebelumnya yang ingin isi ulang sekitar 10 atau belasan orang. Tapi sekarang bisa sampai 20 lebih.

Sementara itu, diketahui kebutuhan oksigen di Provinsi Lampung dalam satu bulan mencapai 570 ton. Pasien Covid-19 gejala berat sedikitnya membutuhkan 13 liter oksigen per hari. Sementara pasien gejala sedang membutuhkan 11 liter oksigen setiap hari.

Pemerintah Provinsi Lampung mendapat bantuan tabung oksigen dari PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) sebanyak 700 tabung lagi. Berdasarkan data yang dihimpun pada Jumat (16/7) PT Pusri telah mengirimkan 76 tabung oksigen ke RS Handayani dan 78 tabung ke RS Mesuji dengan total keseluruhan 154 tabung oksigen.

Selanjutnya pada Sabtu (17/7) telah mengirimkan 506 tabung oksigen yang diperuntukkan bagi RS Menggala 56 tabung, RS Muhammadiyah 57 tabung, RS Mardi Waluyo 49 tabung, RS Mitra Husada 114 tabung, RS A. Yani 80 tabung, RS Mutiara Bunda 80 tabung dan RS Imanuel 70 tabung.

Selanjutnya pada Minggu (18/7) telah mengirimkan 602 tabung yang diperuntukkan bagi RSUD Tulangbawang Barat 59 tabung, RSUD Ragab Begawe Caram 83 tabung, RS Urip 60 tabung, RS Batin Mangunang 150 tabung, RS A. Yani 100 tabung dan RSUD Abdul Moeloek 150 tabung. 

Pemerintah Provinsi Lampung sudah seharusnya mengantisipasi setiap kemungkinan yang akan terjadi kedepannya saat melonjakknya angka kasus Covid-19, salah satunya dengan mempersiapkan alat tabung oksigen. (*)