• Senin, 27 September 2021

Rumah Sakit Sedang Sakit, Oleh Iwan Irawan

Senin, 19 Juli 2021 - 11.05 WIB
575

Jurnalis Kupas Tuntas, Iwan Irawan.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Rumah sakit memang tempat merawat orang yang menderita sakit, di rumah sakit penderita akan mendapat penanganan dan perawatan oleh petugas medis yang membidangi nya.

Namun yang terjadi akhir - akhir ini di tengah merebaknya wabah Covid-19 rumah sakit yang selama ini tempat banyak orang menaruh harapan untuk kembali pulih dari sakit yang diderita, belum sepenuhnya dapat memberikan pelayanan seperti di masa sebelum menyebarnya wabah Corona.

Dengan meningkatnya angka penyebaran virus nampaknya Rumah Sakit pun menderita sakit. Di Lampung Barat rumah sakit yang menjadi satu-satunya rujukan pasien Covid-19 di bumi beguai jejama sai betik itu menolak pasien.

Tentu bukan tanpa alasan, pasalnya rumah sakit Alimudin Umar Lampung Barat itu saat ini tengah menangani banyak pasien Covid-19 yang membutuhkan penanganan secara khusus dan membutuhkan alat bantu oksigen namun dalam beberapa hari terakhir oksigen di rumah sakit plat merah itu mengalami kelangkaan.

Dampak dari kelangkaan oksigen dengan sangat terpaksa untuk sementara waktu pasien Covid-19 harus masuk daftar tunggu dan menjalani perawatan di Puskesmas rawat inap di masing-masing wilayah.

Pasien Covid-19 yang dirawat di Puskesmas akan bisa diterima dan dirujuk pihak Puskes apabila ada pasien rumah sakit yang kondisi nya telah mulai membaik dan dinyatakan tidak lagi membutuhkan alat bantu oksigen.

Kelangkaan oksigen yang terjadi disebabkan di tengah pandemi wabah virus Covid-19 hampir terjadi pada semua rumah sakit dan kebutuhan oksigen meningkat jauh lebih banyak dari biasanya.

Direktur Rumah Sakit Alimudin Umar, dr Iman Hendarman sebelumnya menyebut, kebutuhan oksigen rumah sakit yang ia pimpin meningkat hingga 400 persen lebih.

Kebutuhan oksigen di hari biasa hanya 5 sampai 10 tabung perhari, meningkat menjadi 35 tabung hingga 40 bahkan terkadang lebih semasa pandemi.

Untuk itu, karena dunia sedang tidak baik-baik saja bahkan rumah sakit sedang sakit kita diminta untuk selalu waspada, jangan sampai menjadi salah satu orang yang masuk daftar tunggu.

Meski dipaksa sehat di negeri yang sedang sakit, tapi itulah yang terjadi saat ini. Korban pun sudah banyak berjatuhan tanpa terkecuali petugas medis. Sehingga rasanya berat untuk tidak mempercayai wabah.

Adagium lebih baik mencegah daripada mengobati nampaknya harus kita pegang teguh. Mengikuti dan menjalani anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan pun menjadi harga mati agar terhindar dari paparan virus.

Karena peran serta masyarakat tidak kalah penting dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Lampung Barat, maka semua harus bahu membahu memutus mata rantai penyebaran virus.

Selalu gunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menghindari kerumunan menjadi kalimat yang sering kita dengar dimana-mana. Suka tidak suka kebiasaan baru itupun harus dijalani.

Pepatah lama mengatakan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh saat ini berubah dan berbalik arah seperti yang telah meramaikan jagat media sosial dengan ungkapan bersatu kita mati bercerai kita selamat.

Semoga, situasi kembali membaik dan pulih seperti semula sehingga kehidupan bisa berjalan dengan normal tanpa ada kecemasan dan pembatasan kegiatan masyarakat lagi. (*)