• Senin, 27 September 2021

Amankan Pasokan Biomassa, 3 BUMN Bersinergi Wujudkan Indonesia Lebih Ramah Lingkungan

Sabtu, 17 Juli 2021 - 07.53 WIB
62

Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT PLN, PTPN Group dan PT Perhutani bersinergi dalam pelaksanaan co-firing di 52 lokasi PLTU. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Jakarta - Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT PLN, PTPN Group dan PT Perhutani bersinergi dalam pelaksanaan co-firing di 52 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara guna wujudkan Indonesia lebih ramah lingkungan.

Hal itu diresmikan lewat penandatanganan Head of Agreement (HoA) penyediaan biomassa dan pengembangan industri biomassa untuk co-firing PLTU batu bara oleh Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, Direktur Utama PTPN Group, Mohammad Abdul Ghani dan Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro, Jumat (16/7/2021).

HoA tersebut akan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan penyediaan dan pengembangan industri biomassa untuk co-firing PLTU.

Wakil Menteri BUMN, I Pahala Nugraha Mansury, menyambut baik sinergi ketiga BUMN ini. "Co-firing PLTU punya kontribusi besar dalam peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT) serta jadi bagian dari ekosistem listrik kerakyatan," katanya.

"Sinergi tiga BUMN ini sangat penting dalam menjamin pasokan biomassa untuk program co-firing PLTU, serta memberi nilai tambah bagi bisnis Perhutani dan PTPN," timpal Pahala.

Di samping itu, Pahala juga menekankan perlunya supply chain atau rantai logistik yang efisien, sehingga meningkatkan nilai keekonomian bagi ketiga BUMN. "Saya nilai ini kerjasama yang win-win,” tambahnya.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini mengatakan, co-firing PLTU adalah upaya untuk memenuhi target nasional bauran EBT 23 persen pada 2025.

"Sejauh ini, PLN menargetkan 52 lokasi co-firing PLTU tersebar di seluruh Indonesia. Untuk itu dibutuhkan pasokan biomassa sebesar 9 juta ton/tahun pada 2025 dan kedepannya yang diharapkan dapat dipenuhi dari Perhutani dan PTPN dari fasilitas yang posisinya terjangkau dari 52 lokasi tersebut," ujar Zulkifli.

Dalam pokok-pokok HoA dijelaskan, nantinya Perhutani akan menyediakan woodchip dalam bentuk serbuk (sawdust), sementara PTPN memasok limbah perkebunan/tandan kosong segar. Dengan begitu, PLN sebagai pembeli, sementara Perhutani dan PTPN sebagai pemasok.

"Kerjasama ini adalah hal yang baru bagi ketiga perusahaan, karenanya kami mengapresiasi kolaborasi dari Perhutani dan PTPN Group, serta berharap dukungan dari Kementerian BUMN dan pihak pemerintah untuk kesuksesan program co-firing ini terutama dari sisi kebijakan dan regulasi terkait penyediaan biomassa,” lanjut Zulkifli.

Sementara Direktur Utama PTPN Group, Mohammad Abdul Ghani mengatakan, program co-firing PLTU batu bara dengan biomassa merupakan salah satu program 'Green Booster' untuk mendukung target bauran EBT Nasional.

PTPN Group memiliki potensi biomassa berbasis komoditi perkebunan yang cukup besar, antara lain Biomassa dari komoditi Kelapa Sawit, Karet dan Tebu yang dimiliki oleh PTPN I hingga PTPN XIV.

PTPN Group mengestimasikan dapat menyuplai 500 ribu ton tandan kosong segar kepada PLN, dan angka tersebut dapat berkembang hingga 750 ribu ton tankos segar per tahun pada 2024 sesuai dengan RJPP PTPN Group.

"Diharapkan program ini akan menghasilkan penurunan emisi GRK dan berdampak pada kualitas udara di sekitar menjadi lebih baik,” ujar Ghani.

Di sisi lain, Direktur Utama Perhutani, Wahyu Kuncoro mengatakan, saat ini Perhutani memiliki sumber daya kawasan hutan seluas 2,4 juta Ha di pulau Jawa dan Madura. Serta 1,3 juta Ha di luar Pulau Jawa yang dikelola oleh Anak Perusahaan dan dapat dikembangkan menjadi hutan tanaman energi.

Adapun yang telah dikembangkan hutan tanaman energi seluas kurang lebih 27 ribu Ha dari rencana seluas sekitar 70 ribu Ha.

"Kedepannya Perhutani juga akan menyiapkan industri biomassa berbasis tanaman hutan untuk menghasilkan produk wood pellet dan atau woodchip," ungkap Wahyu Kuncoro. (Rls)