• Jumat, 15 Mei 2026

Wadir RSUD Abdul Moeloek Sebut Penumpukan Pasien Didominasi Kasus Sesak Nafas

Rabu, 07 Juli 2021 - 19.18 WIB
484

Wakil Direktur (Wadir) Keperawatan, Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Abdul Moeloek, Mars Dwi Tjahjo, saat dimintai keterangan, Rabu (7/7/2021). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Wakil Direktur (Wadir) Keperawatan, Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Abdul Moeloek, Mars Dwi Tjahjo menyebut, pasien yang memenuhi selasar rumah sakit tersebut didominasi dengan keluhan sesak nafas dan membutuhkan oksigen.

"Jadi memang pasien tadi numpuk betul, seperti nya banyak rumah sakit swasta nggak terima karena nggak ada stok oksigen. Sehingga kesini semua, makanya penuh tadi di dalam," kata Mars Dwi, saat dimintai keterangan, Rabu (7/7/2021).

Ia menjelaskan, pasien yang berada di selasar tersebut merupakan pasien umum, namun juga ada sebagian yang tengah menunggu hasil pemeriksaan swab PCR.

"Pasien yang di selasar adalah pasien umum tapi ada yang nunggu PCR. Kalau yang sudah jelas Covid rujukan dari rumah sakit tidak disini, langsung kita masukan ruang isolasi," jelasnya.

Baca juga : Pasien Membeludak di Selasar IGD RSUD Abdul Moeloek

Lalu untuk pasien yang datang dan memiliki indikasi terpapar Covid-19 langsung diambil pemeriksaan swab, foto rontgen paru. Jika dinyatakan positif langsung di isolasi, namun jika negatif dikirim ke ruang biasa.

"Akhirnya tadi kami pisahkan sebagian di luar, kemudian setelah dipisahkan satu per satu, ada yang Covid dan non Covid, ada yang perlu oksigen tinggi atau tidak, sehingga tadi sebagian sudah dikirim ke ruangan," terangnya.

Menurutnya, seiring peningkatan pasien yang datang ke rumah sakit berplat merah tersebut, pihaknya telah menambah kapasitas tempat tidur di ruangan IGD, dari sebelumnya 30 unit saat ini sudah mencapai 50 unit.

"Kapasitasnya tempat tidur di IGD mencapai 50 tempat tidur. Sedangkan untuk tempat tidur Covid-19 cuma 6 unit," ujarnya.

Mars menambahkan, ketersediaan oksigen di rumah sakit rujukan utama Covid-19 di Lampung tersebut dalam kondisi aman untuk tiga hari kedepan.

"Seperti RS Urip oksigen nya kurang, dari minggu mereka gak ada oksigen, baru hari ini mereka dapat. Karena itu kami siapkan Oksigen. Stoknya cukup, liquid dan tabung, liquid 5 ton, tabung 200 tabung masih ready bahkan bisa untuk tiga hari," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : AKIBAT PPKM, PELABUHAN BAKAUHENI MACET TOTAL