• Jumat, 15 Mei 2026

DPRD Lampung Minta Masyarakat Tak 'Panic Buying' di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Rabu, 07 Juli 2021 - 13.47 WIB
122

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Aprilliati saat dimintai keterangan, Rabu (7/7/2021). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengimbau kepada seluruh masyarakat Lampung untuk tidak panic buying atau membeli barang dalam jumlah besar di tengah lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19.

"Harapannya kepada masyarakat jangan Panic Buying terutama barang-barang yang berhubungan dengan kesehatan seperti multivitamin. Karena yang mau sehat dan sembuh itu semua orang," ungkap anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Aprilliati saat dimintai keterangan, Rabu (7/7/2021).

Menurut Aprilliati fenomena panic buying jika terus dilakukan akan memicu kelangkaan berbagai produk dan berdampak pada kenaikan harga barang sehingga berimbas terhadap kenaikan inflasi yang akan mengganggu stabilitas ekonomi Indonesia.

"Di tengah wabah ini kita harus bersama-sama, jika aksi panic buying terus dilanjutkan maka akan menggangu stabilitas perekonomian dan membuat kepanikan seluruh masyarakat," ungkap politisi PDI Perjuangan tersebut.

Pada kesempatan tersebut Aprilliati juga meminta kepada para pengusaha untuk tidak menaikan harga sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan bersama serta melakukan pembatasan pembelian.

"Pengusaha sah saja mencari untung, namun jika sudah berkali-kali lipat maka itu sangat disayangkan.  Bisa juga masyarakat diberikan batasan dalam membeli agar semua kebagian," kata Aprilliati.

Menurutnya, penerapan PPKM mikro serta pembatasan jam malam dinilai mampu untuk menekan penyebaran Covid-19 serta meminimalisir adanya panic buying yang dilakukan oleh masyarakat.

"Tentunya ini harus dengan pengawasan yang ketat, jangan sampai hanya dikeluarkan aturan namun tidak diimbangi dengan pengawasan maka itu akan sia-sia. Pengawasan juga diminta untuk tidak tembang pilih," tuturnya

Dikonfirmasi terpisah, Intan (25) warga Telukbetung Timur kota Bandar Lampung tersebut mengaku jika dirinya mengaku panik dengan adanya lonjakan kasus konfirmasi di Lampung dan terdapat beberapa orang di sekitarnya yang terkonfirmasi positif Covid-19 akibat varian baru.

"Teman saya ada yang tekena varian baru di pulau jawa. Terlebih Lampung juga dinilai rawan akan varian baru. Jadi saya beli masker sampai belasan kotak dam vitamin juga beli banyak takut nanti habis dan mahal itu juga harga nya sudan naik mencapai tiga ribuan," tutupnya. (*)

Editor :