GeNose Alat Pendeteksi Covid-19 di Bandar Lampung Dapat Izin Edar
Yosep Fauzi Adhi Rahman, Kepala Cabang PT Indofarma Global Medika yang merupakan distributor produk GeNose. Foto: Rohmah/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Validitas (kebenaran) alat GeNose Covid-19 di Kota Bandar Lampung sudah punya izin edar.
Kepala Cabang PT Indofarma Global Medika, Yosep Fauzi Adhi Rahman yang merupakan distributor produk GeNose menyampaikan, sebelum melakukan tes GeNose, sebaiknya masyarakat tidak makan dan minum apapun.
"Paling sedikit 30 menit sebelum tes, temasuk ngerokok. Pakai wangi-wangian (parfum) juga tidak boleh. Karena itu sangat mempengaruhi hasil," kata Yosep ketika dikonfirmasi Kupastuntas.co, Senin (28/6/2021).
Yosep mengatakan, penggunaan kantong napas cukup mudah. Sebelum menghembuskan napas dalam kantong, cukup tarik napas dan menghembuskannya selama tiga kali, pada hembusan ketiga baru buang napas dalam kantong lewat mulut.
Setelah itu, kantong napas dapat diserahkan pada petugas skrining GeNose. Saat proses skrining juga akan ditanyakan terkait identitas diri secara singkat dan ada tidaknya gejala yang dirasakan.
"Karena kita pakai AI (red: Kecerdasan Buatan) yang terupdate. Jadi kalau seri pertama itu hanya input nama, usia, dan jenis kelamin. Sekarang bisa input jika yang bersangkutan ada gejala," lanjutnya.
Namun dirinya mengaku masih belum mengetahui apakah AI yang ada pada alat GeNose saat ini sudah bisa mendeteksi varian delta atau belum.
"Untuk deteksi varian delta, saya belum berani menjawab terkait ini. Tapi AI tetap selalu di update dari pusat kalau ada penemuan gejala baru. Info yang saya dapat sih begitu," ungkapnya.
Ia menjelaskan, jika misalnya ada sampel pasien yang hasilnya terkena varian delta, maka akan dilakukan penelitian ciri napasnya seperti apa dan sensor-sensor yang harus dibaca oleh alat tersebut.
"Tapi sepertinya sampai saat ini belum," ujarnya.
Kemudian mengenai validitas alat GeNose yang ada di Kota Bandar Lampung, Ia mengatakan alat ini sudah dapatkan izin edarnya.
"Karena untuk dapatkan izin edar itu ada tes segala macamnya, dan validitasnya sendiri itu sudah dianggap layak untuk didistribusikan. Kalau misalnya saat itu validitasnya masih diragukan tidak mungkin kementerian kesehatan mengeluarkan izin edar," jelasnya.
Ia pun mengatakan, sensor pada alat sangat sensitif sirkulasi udara dan ruangan untuk tes GeNose sebaiknya tidak banyak orang di dalamnya.
"Sebetulnya ruangan ini (tes GeNose dalam satu atap) cukup layak, cuma sebaiknya tidak boleh ada banyak orang dalam ruangan karena memepengaruhi sensor kami," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : LIMA CABANG BAKSO SONY SE BANDAR LAMPUNG DISEGEL!
Berita Lainnya
-
Pemprov Lampung Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di PKOR Way Halim
Minggu, 21 Juni 2026 -
Empat Calon Ketua Apindo Lampung Ambil Berkas Pendaftaran
Sabtu, 20 Juni 2026 -
Hadiri Rakernas PJ91, Wagub Jihan Tekankan Budaya Gotong Royong Dukung Pembangunan Daerah
Sabtu, 20 Juni 2026 -
Anshori Djausal Diperiksa Kejati Lampung 8 Jam Terkait Penyertaan Modal Awal PT LEB Rp10 Miliar
Sabtu, 20 Juni 2026








