Diserang Tikus, Petani Metro Terancam Gagal Panen
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (DP3K) Kota Metro, Heri Wiratno, saat diwawancarai di kantor Pemkot Metro. Foto: Arby/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro - Memasuki musim tanam gadu, sejumlah petani mengeluhkan hama tikus yang mulai menyerang sawah warga. Dampaknya, kegagalan panen mengancam para petani.
Kabul (47), salah seorang petani asal Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara misalnya, sejak sepekan sawah rusak lantaran serangan hama tikus.
"Sudah seminggu ini mas, tikusnya itu banyak banget. Memang ini hama musiman, tapi musim ini yang paling banyak, jadi akar-akar itu dirusak, digigitin jadi pada rusak padinya. Solusinya ya dibakar, terus padi nya di sulam," ucap Kabul, kepada Kupastuntas.co, Selasa (8/6/2021).
Sementara itu, berdasarkan keterangan Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (DP3K) Kota Metro, serangan hama tikus tersebut hampir mencapai rata-rata 50 hektar lahan pertanian petani.
Kepala Dinas DP3K Kota Metro, Heri Wiratno juga menyampaikan, serangan hama tikus mulai terjadi di beberapa wilayah kecamatan di Bumi Sai Wawai. Ini terutama di wilayah pertanian Kecamatan Metro Pusat dan Metro Utara.
"Kalau rata-rata serangan hama tikus ini mencapai 50 hektar. Untuk serangan ini paling banyak di Metro Pusat dan Metro Utara. Kalau untuk di Metro Timur ada sedikit," ujar Heri.
Meski demikian, pihaknya mengaku telah melakukan upaya untuk meminimalisir serangan hama tikus tersebut. Yakni dengan melakukan gropyokan di masing-masing Gapoktan dan melakukan sanitasi lingkungan. Ini mengingat serangan hama tikus tersebut terjadi karena kondisi alam.
"Untuk serangan hama tikus terjadi hampir di seluruh kelurahan. Tapi ini lagi diupayakan teman-teman di lapangan gropyokan untuk basmi hama tikus," lanjutnya.
Ia menambahkan untuk musim tanam tahun ini pihaknya menargetkan tanam seluas 2.984 hektar dengan hasil panen sebesar 16.000 ton. Ia menyakini sejumlah lahan yang rusak terserang tikus tersebut masih dapat dilakukan tanam sulam.
"Karena ini masih tahap awal, petani masih bisa melakukan tanam sulam. Tapi nanti kita lihat juga apakah ada yang puso atau tidak," tandasnya. (*)
Video KUPAS TV : PULUHAN HEKTAR TANAMAN JAGUNG HABIS DIMAKAN HAMA TIKUS
Berita Lainnya
-
Polisi Ciduk Pelaku Pencabulan Anak di Metro Barat
Selasa, 07 April 2026 -
Data Penerima Bansos di Metro Diduga Tidak Akurat, Warga Rentan Banyak Belum Tersentuh
Senin, 06 April 2026 -
PDIP Metro Perkuat Mesin Partai, Ratusan Pengurus Ranting hingga Anak Ranting Resmi Dilantik
Senin, 06 April 2026 -
Viral Benda Menyala Disertai Gemuruh Diduga Meteor Lewati Langit Metro
Sabtu, 04 April 2026








