• Kamis, 24 Juni 2021

Ulat dan Tikus Ancam Tanaman Jagung di Lampung Timur

Senin, 07 Juni 2021 - 16.25 WIB
58

Ulat jenis Spodoptere furgiperda serang tanaman jagung yang masih muda. Foto: Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Selain hama tikus, hama jenis ulat menjadi momok bagi petani jagung musim tanam tahun ini (2021). Dengan merebaknya dua hama tersebut petani khawatir akan terjadi Fuso atau gagal panen, Senin (7/6/2021).

Seorang petani di Desa Labuhanratu Baru, Kecamatan Way Jepara, tampak memeriksa tanaman jagung yang baru berumur 28 hari.

Raut wajah tampak sendu seolah ada rasa kecewa pada dirinya, karena tanaman palawija miliknya terserang ulat.

"Nasib petani kalau tidak harga murah, ya diserang hama," ucap Jayen, sembari membuka daun daun ranum yang terserang ulat.

Tampak seperti bubuk berwarna kuning memenuhi punggung daun dan sela sela batang paling ujung, benda menyerupai bubuk itu merupakan hama jenis ulat yang mengancam tumbuhan jagung.

"Disemprot pestisida sudah tapi kok tidak hilang juga ulat nya," keluh pria 60 tahun lebih itu.


Selepas memeriksa sejumlah tanaman yang di serang ulat, Jayen duduk di atas pematang sawah sembari memandang luas tanaman jagung yang tumbuhnya tidak beraturan karena serangan hama.

Jayen mengaku tidak menutup kemungkinan setelah tanaman jagung tumbuh dewasa dan mulai berbuah hama tikus menyerang.

"Masih muda diancam ulat, nanti sudah buah bisa saja di serang tikus, karena lagi musim," keluhnya lagi.

Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) Lampung Timur, Mujianto mengakui, musim tanam ini khusus jagung mengalami serangan hama luar biasa terutama tikus dan ulat. Hama tersebut meluas di semua areal tanaman jagung di Lampung Timur.

Terkait dengan hama tikus, petugas POPT sudah memberikan instruksi kepada petani agar gencar melakukan pembasmian dengan cara gropyokan bersama sama, dan terkait ulat penanggulangan dilakukan dengan penyemprotan pestisida.

Mujianto memaparkan, hama tikus merupakan hama penggerek selain memakan daun daun muda juga mengancam buah nya. Bahkan tikus saat ini merupakan hama yang sangat di khawatirkan. Jika ulat rata rata mengancam tanaman berumur 7 sampai 60 hari.

"Laporan dari sejumlah petani seperti itu banyak tikus dan ulat, langkah kami hanya mengajak petani untuk terus merangsek tikus dan melakukan penyemprotan pestisida guna membasmi ulat," papar Mujianto.

Dibalik marebaknya hama tikus dan ulat, Dinas Pertanian Lampung Timur masih berambisi bisa menargetkan produksi jagung 5,5 ton per hektare.

"Target kami 5,5 ton dalam satu hektar," terang pegawai penyuluh pertanian Suhadi.

Suhadi menambahkan, luas tanam jagung di bulan Oktober  sampai Maret 115.104 hektar, bulan Mei 14.781 hektar, jika target produksi tercapai maka untuk musim panen 2021 ini Lampung Timur bisa memproduksi jagung sebanyak 649.425 ton.

"Jika satu hektar tembus 5 ton per hektar, maka tahun ini bisa memproduksi 649.425 ton. Sementara target kami 5,5 ton per hektar," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : PETANI SINGKONG DI LAMPUNG TENGAH TEMUKAN GRANAT AKTIF