• Senin, 21 Juni 2021

Tingkatkan Efisiensi dan Daya Saing, PT PLN Percepat Digitalisasi Pembangkit

Minggu, 06 Juni 2021 - 21.26 WIB
16

Tingkatkan Efisensi dan Daya Saing, PT PLN Percepat Digitalisasi Pembangkit. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Jakarta - PT PLN telah menetapkan visi sebagai perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara dan menjadi nomor satu pilihan pelanggan untuk solusi energi.

Oleh karena itu, PLN melakukan perubahan besar dalam tata kelola dan cara kerja perusahaan melalui program transformasi untuk mencapai visi sekaligus beradaptasi dengan tantangan perubahan zaman.

Transformasi PLN memiliki empat aspirasi yang menjadi arah perubahan, yaitu Green, Lean, Innovative dan Customer Focused.

Melalui aspirasi Green, PLN terus meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan untuk menghasilkan listrik. Dengan aspirasi Lean, PLN memastikan pengadaan listrik yang handal dan efisien.

Dengan Innovative, PLN akan memperluas sumber pendapatan baru. Terakhir, Customer Focused akan menjadikan PLN sebagai pilihan nomor satu pelanggan dalam solusi energi dan mencapai 100 persen elektrifikasi.

Sejak April 2020, PT PLN telah melaunching program ini, dan kondisi pandemi justru dijadikan momentum percepatan proses pelaksanaan transformasi PLN. Pada awal peluncuran transformasi PLN, telah ditetapkan 20 program terobosan yang pada tahun 2021 ini jumlahnya bertambah menjadi 24 program.

"Melalui transformasi, PLN ingin mencapai perbaikan yang berkelanjutan, baik secara operasional maupun finansial di tahun 2024,” ucap Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, Minggu (6/6/2021).

"Mimpi besar ini hendaknya dikawal dengan mencurahkan segenap daya upaya dan potensi yang dimiliki oleh PLN, dengan penerapan program terobosan. Ini adalah pembenahan dan pembaruan dalam penataan dan pengembangan PLN,” timpalnya.

Dengan penerapan transformasi, laba bersih PLN telah meningkat 39,3 persen dari Rp4,27 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp5,95 triliun pada tahun 2020.

Salah satu program terobosan yang telah didorong dan dipercepat transformasi PLN di era pandemi adalah Digital Power Plant, dengan menerapkan teknologi digital pada pembangkit-pembangkit PLN.

Pada Kamis (3/6/2021) lalu, PLN mengumumkan bahwa Digital Power Plant telah naik pada status Business as Usual (BAU) di antara 24 program terobosan. Ini artinya transisi ke tata kelola digital telah sukses menjadi cara baru PLN sekarang dan ke depan.

“Percepatan digitalisasi pembangkit ini telah dimulai PLN sejak tahun lalu, sebagai upaya meningkatkan keandalan, efisiensi, dan daya saing pembangkit PLN Group,” ungkap Zulkifli.

Total kapasitas pembangkit yang tata kelolanya menuju digital adalah sekitar 30 Giga Watt (GW) atau 75 persen dari total kapasitas pembangkit PLN. Langkah digitalisasi ini menjadi salah satu alasan PLN menjadi BUMN yang berhasil membukukan kenaikan laba bersih di tengah kondisi pandemi.

“Terobosan Digital Power Plant ini termasuk yang kami percepat prosesnya, mengingat unit-unit pembangkit listrik adalah infrastruktur utama perusahaan dalam menyediakan layanan kelistrikan bagi para pelanggan,” tambah Zulkifli.

Sementara Direktur Bisnis Regional Sumatera-Kalimantan PLN, Wiluyo Kurdwiharto menambahkan, seluruh percepatan digitalisasi pembangkit sudah terimplementasi dengan baik. Digitalisasi sudah berjalan di 53 unit pembangkit PLN yang operasionalnya dijalankan anak perusahaan.

Anak perusahaan itu yakni, 29 unit oleh PT Indonesia Power (PT IP) dan 24 unit pembangkit oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) yang tersebar di segenap penjuru Nusantara mulai dari Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.

"Jumlah pembangkit terdigitalisasi terus bertambah. Digitalisasi di pembangkit lain tinggal melanjutkan sesuai timeline yang sudah ditetapkan. Karena prosesnya tinggal melanjutkan dan mempercepat, ini bisa dikatakan bahwa Program Terobosan Digital Power Plant sudah dapat dijalankan sebagai Bussiness as Usual (BAU),” terang Wiluyo. (Rls)



Video KUPAS TV : KEBERANGKATAN HAJI TAHUN INI RESMI DIBATALKAN!