• Jumat, 15 Mei 2026

Petani Gambas di Lamtim Untung Rp 4 Juta per Dua Hari Saat Pandemi Covid-19

Minggu, 06 Juni 2021 - 14.56 WIB
545

Marianto (46) warga Lampung Timur, petani sayuran setiap dua hari sekali bisa memanen 80 kilo gambas. Foto : Agus/Kupastuntas.co

Lampung Timur, Kupastuntas.co - Bercocok tanam sayuran gambas di tengah Pandemi Covid-19, menurut Marianto pria 46 tahun warga Desa Labuhanratu VI, Kecamatan Labuhanratu, dinilai tepat. Karena harga dan pasar tidak terpengaruh oleh wabah Covid-19, setiap dua hari sekali Marianto bisa mendapatkan uang 4 juta, Minggu (6/6/2021).

Waktu menunjukan pukul 13.00 aura wajah pria 46 tahun itu sudah tampak semringah, sebab rejeki hari ini (Minggu) dari panen sayuran jenis gambas sudah di tangan, dengan menggunakan alkon Marianto membawa hasil panen, 16 karung ukuran 50 kilo terisi penuh.

Marianto mengatakan, dalam satu kali panen setidaknya 80 kilo pasti didapatnya, dari lahan seluas 0,5 hektare miliknya, harga menurutnya cukup menggiurkan yakni 4 sampai 5 ribu per kilo,"harga lumayan bagus, dengan 5 ribu perkilo cukup membuat saya sebagai petani sayuran lebih semangat untuk merawat tanaman".Papar Marianto.

Bicara soal pasar (penjualan) Marianto mengaku cukup mudah bahkan dirinya tidak sibuk mencari konsumen, artinya konsumen sudah datang sendiri ke rumahnya khususnya pelanggan tetap nya, untuk waktu panen Marianto mengaku melakukan setiap dua hari sekali, dan sayuran gambas bisa dipanen sebanyak 25 kali panen.

"Umur sayuran gambas 2 bulan namun kalau perawatan maksimal bisa 2,5 bulan, dan selama itu bisa dipanen sebanyak 25 kali," ucap Marianto.

Kenapa memilih menanam sayuran bila di banding dengan palawija lainnya? Marianto mengatakan tanaman palawija seperti jagung dan singkong sering mengalami penurunan harga sehingga fenomena anjloknya harga komoditas tersebut membuat Marianto tidak berkeinginan menanam palawija. "Kalau saya masih suka tanam sayuran harganya stabil, karena kita tidak terpaku oleh harga pabrik atau perusahaan," ucap Marianto.

Marianto mengaku setelah bertanam sayuran jenis gambas dirinya akan bertanam sayuran jenis pare, alasan pria paruh baya itu, jika di tanami gambas lagi maka banyak hama yang menyerang sehingga perlu adanya pergantian jenis tanam. 

Dan untuk saat ini bercocok tanam sayuran cukup tepat karena sayuran baik di tanam saat kemarau yang penting ada rawa atau irigasi disekitar nya untuk mengairi. "Makanya saya sengaja menyiapkan mesin genset guna mengairi tanaman, air saya ambil dari rawa terdekat," jelasnya. (*)


Editor :