• Kamis, 24 Juni 2021

TAJUK - Hutang Proyek Pemkot

Kamis, 27 Mei 2021 - 07.57 WIB
158

Tajuk. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co - Pembangunan infrastruktur daerah di Kota Bandar Lampung tiap tahunnya terus meningkat, mulai dari jalan dan jembatan hingga bangunan gedung milik pemerintahan.

Sebagian besar proses pembangunan infrastruktur tersebut telah selesai dikerjakan bahkan ada yang mulai dimanfaatkan masyarakat umum maupun pegawai pemerintahan Kota Bandar Lampung.

Salah satu yang masih hangat di ingatan yakni pembangunan flyover di Jalan Sultan Agung, Way Halim yang mana telah diresmikan oleh Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana pada tanggal 7 April lalu.

Selain itu ada pembangunan Stadion Mini Way Dadi yang juga sudah rampung dan rencananya akan diresmikan oleh pemkot setempat pada Jumat (28/5) mendatang.

Masih ada lagi beberapa pembangunan atau renovasi infrastruktur yang sudah rampung dikerjakan seperti renovasi pada gedung DPRD Kota Bandar Lampung.

Namun dua proyek yakni pembangunan gedung DPRD Bandar Lampung senilai Rp15 miliar yang dikerjakan PT Asmi Hidayat, dan pembangunan Stadion Mini Way Dadi senilai Rp1,5 miliar yang dikerjakan oleh PT. Haberka Mitra Persada, pembayarannya masih menunggak.

Diduga sebanyak 50 persen proyek yang sudah rampung dikerjakan oleh kontraktor di Kota Bandar Lampung, hingga kini belum dibayar. Hal itu terjadi karena Pemkot Balam sedang mengalami kesulitan keuangan dampak pandemi Covid-19. Dugaan tersebut disampaikan oleh salah satu sumber Kupas Tuntas.  

Hal ini sangat disayangkan, ketika pekerjaan sudah selesai namun kontraktor belum menerima pembayaran dari Pemkot Bandar Lampung, padahal itu sangat dibutuhkan.

Meski demikian memang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol berjanji segera menyelesaikan kewajibannya kepada pihak ketiga.

Mengingat besarnya jumlah anggaran yang belum dibayarkan, maka pembayaran akan dilakukan secara per termin. Namun juga belum bisa memastikan waktu dan jumlah yang rencananya akan dibayar.

Pandemi Covid-19 memang menjadi kendala dalam anggaran, terlebih ketika terdapat proyek pembangunan yang sedang dikerjakan. Namun sudah seharusnya pemkot segera melunasi hutang-hutangnya kepada pihak ketiga agar pembangunan kedepannya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Para kontraktor pun dapat bersemangat mengerjakan pekerjaannya, bukan malah mengerjakan dengan setengah hati. (*)

Video KUPAS TV : LULUSAN SMK BISA DAPAT GELAR D2 JALUR CEPAT