• Kamis, 24 Juni 2021

TAJUK - Lampung Ketiban Pulung

Selasa, 25 Mei 2021 - 08.04 WIB
44

Tajuk. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co - PT ASDP Cabang Bakauheni mencatat sebanyak 440 ribu lebih pelaku perjalanan dari pulau Jawa menyeberang ke pulau Sumatera pada arus mudik Lebaran lalu. Sebagian besar pemudik dari pulau Jawa sudah masuk pulau Sumatera, sebelum larangan mudik resmi diberlakukan pada tanggal 6-17 Mei 2021. 

Tingginya angka pemudik yang masuk ke pulau Sumatera tersebut, mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Karena harus dilakukan antisipasi jangan sampai pemudik itu membawa virus Corona saat kembali masuk ke pulau Jawa.

Bahkan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi jauh-jauh hari sudah memberikan warning agar para pemudik melakukan rapid test antigen di daerah asal, sebelum melakukan perjalanan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni. Peringatan Menhub itu untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan pemudik di Pelabuhan Bakauheni untuk melakukan rapid antigen.

Namun peringatan Menhub sepertinya kurang diindahkan oleh para pemudik. Saat arus balik berlangsung, ribuan pemudik menumpuk di Pelabuhan Bakauheni untuk melakukan rapid antigen sebagai persyaratan menyeberang ke pulau Jawa.

Membeludaknya pemudik yang menjalani rapid antigen tersebut berbanding lurus dengan melonjaknya pemudik yang kedapatan positif Covid-19 usai dilakukan tes antigen. Mau tidak mau, Kabupaten Lampung Selatan dan Provinsi Lampung harus ketiban pulung, karena harus menjadi tempat isolasi.   

Hingga Senin (24/5), Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat sudah ada 532 pemudik yang terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi maupun perawatan di Kabupaten Lamsel maupun di Kota Bandar Lampung. Beberapa lokasi isolasi di Lamsel pun sudah tidak bisa menampung pemudik yang terpapar Covid-19, sehingga harus dikirim ke Kota Bandar Lampung.

Pemprov Lampung harus menyiapkan 16 tempat isolasi dengan jumlah tempat tidur 610 unit, untuk mengkarantina para pemudik yang terpapar virus Corona. Saat ini tempat tidur yang tersisa hanya 78 unit lagi. Sementara diprediksi jumlah pemudik yang berpotensi terpapar virus Corona masih akan bertambah, mengingat belum semua pemudik pulang ke pulau Jawa.

Berdasarkan data PT ASDP, masih terdapat sekitar 100.867 penumpang yang belum menyeberang ke Pulau Jawa atau 21 persen. Jumlah itu didapat dari perbandingan jumlah penumpang yang menyeberang ke pulau Jawa ke Sumatera sebanyak 478.773 orang, sementara yang sudah menyeberang dari Pulau Sumatera ke pulau Jawa baru sekitar 377.906 orang.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung pun menetapkan kegiatan random testing atau tes acak serta mandatory check alias cek wajib dokumen kesehatan bagi para pelaku perjalanan usai libur Lebaran, akan berlaku hingga akhir bulan Mei mendatang.

Hal itu dilakukan mengingat masih ada sejumlah pemudik yang belum kembali ke pulau Jawa. Dengan demikian, potensi penambahan pemudik terpapar Covid-19 juga akan masih terus bertambah.

Kejadian Lebaran tahun ini paling tidak menjadi pembelajaran, agar tidak terulang kembali pada tahun mendatang, seandainya pandemi Covid-19 belum berakhir. Harapannya tentu saja wabah tersebut segera berakhir, sehingga masyarakat bisa kembali melaksanakan kegiatan secara normal.

Namun bila pandemi belum berakhir, harus dicarikan solusi jitu agar perjalanan pemudik dari pulau Jawa ke pulau Sumatera dan sebaliknya tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19. Jangan sampai terulang lagi, Provinsi Lampung harus menanggung resiko sendirian menampung pemudik yang positif Covid-19 dari sejumlah daerah lain.

Hal itu tidak akan terjadi, jika sejak dari Provinsi Aceh sampai Sumsel, para pemudik sudah melakukan rapid antigen di daerah asal. Paling tidak, pemudik yang kedapatan positif bisa dirawat di daerah setempat, sehingga tidak menumpuk di Provinsi Lampung. (*)

Video KUPAS TV : KASUS COVID 19 DI PENYEBERANGAN MELONJAK, MENHUB TURUN TANGAN!