Kadis Perkebunan Achmad : Petani Lampung Mampu Hasilkan 1,5 Ton Kopi per Hektare
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Bandar Lampung, Kupastuntas.co - Provinsi Lampung merupakan daerah penghasil kopi terbesar kedua di Indonesia setelah Provinsi Sumatera Selatan. Komoditas tersebut menjadi salah satu produk unggulan Lampung.
"Saat ini daerah yang ada di Lampung sudah mulai panen kopi. Panen biasanya selam tiga bulan yang dimulai pada bulan Mei sampai dengan Juli," ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Achmad Chrisna Putra saat dimintai keterangan, Kamis (20/5/2021).
Ia melanjutkan, daerah di Lampung yang menjadi penghasilan kopi terbesar diantaranya Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus dan Way Kanan dengan jumlah petani mencapai 142.511 orang.
"Daerah penghasilnya ada di Lampung Barat, Tanggamus, Way Kanan. Untuk Lampung Barat sudah mencapai 1,2 sampai dengan 1,6 ton per hektar," katan Achmad.
Menurutnya, luas area perkebunan kopi di Lampung saat ini mencapai 156.918 hektare dengan jumlah produksi mencapai 117.092 ton. Angka tersebut diperkirakan akan terus mengalami peningkatan.
"Pemprov Lampung akan terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas melalui kegiatan dilapangan. Melalui kegiatan di lapangan juga pengembangan pemasaran dan promosi ekspor," tuturnya.
Sementara itu berdasarkan data yang diperoleh oleh Direktorat Jendral Perkebunan, produksi kopi Indonesia sebagian besar diekspor ke mancanegara dan sisanya dipasarkan di dalam negeri. Ekspor Kopi alam Indonesia menjangkau lima benua yaitu Asia, Afrika, Australia, Amerika dan Eropa dengan pangsa utama di Eropa.
Pada Tahun 2018, lima besar negara pengimpor kopi alam Indonesia adalah United States, Malaysia, Japan, Egypt dan Italy. Volume ekspor ke United States mencapai 52,10 ribu ton atau 18,6 persen dari total volume ekspor kopi Indonesia dengan nilai 254,21 juta.
Peringkat kedua adalah Malaysia, dengan volume ekspor sebesar 38,80 ribu ton atau 13,9 persen dari total volume kopi Indonesia dengan nilai 70,9 Juta. Peringkat ketiga adalah Japan, dengan volume ekspor sebesar 30,37 ribu ton atau 10,8 persen dari total volume ekspor kopi Indonesia dengan nilai 84,36 Juta.
Peringkat keempat adalah Egypt dengan volume ekspor 29,31 ribu ton atau sekitar 10,5 persen dari total volume ekspor kopi Indonesia dengan nilai 56,95 juta. Peringkat kelima adalah Italy dengan volume ekspor 27,93 ribu ton atau 10 persen dari total volume ekspor kopi alam dengan nilai 54,05 juta dolar AS. (*)
Video KUPAS TV : POLSEK CANDIPURO DIBAKAR MASSA, WAGUB MINTA WARGA LAMPUNG TIDAK MUDAH TERPROVOKASI
Berita Lainnya
-
Bangun Pabrik Rokok di Lampung Timur, HS Target Serap 3.000 Pekerja Termasuk Penyandang Disabilitas
Sabtu, 17 Januari 2026 -
Dukung Kemandirian Ekonomi Digital, Pusat Unggulan Universitas Teknokrat Indonesia LEAD Center Gelar 'Pekan PKM' di Berbagai SMK Lampung
Sabtu, 17 Januari 2026 -
Universitas Teknokrat Peringati Isra Mi’raj Perdana di Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru Lampung
Jumat, 16 Januari 2026 -
Pemprov Lampung Siapkan Pergub Larangan Penjualan Ayam Hidup ke Luar Daerah
Jumat, 16 Januari 2026









