• Kamis, 24 Juni 2021

TAJUK - Serbu Mal

Senin, 10 Mei 2021 - 07.52 WIB
29

Tajuk. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co - Memang sudah menjadi kebiasaan di masyarakat saat sebentar lagi menjelang hari raya Idul Fitri di tiap tahunnya, dimana masyarakat berbondong-bondong menyerbu setiap pusat perbelanjaan seperti mal, pasar modern maupun pasar tradisional.

Hal itu sebagai rasa kegembiraan dalam rangka menyambut hari raya umat Muslim tersebut. Kebutuhan lebaran paling dicari mulai dari bahan pokok seperti daging hingga bumbu dapur. Dan tak lupa juga membeli pakaian baru untuk dipakai saat lebaran. Karena sejatinya saat lebaran memang dianjurkan untuk memakai pakain terbaik, walau sebenarnya bukan berarti pakain itu baru.

Di masa pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir hingga saat ini, hasrat untuk mencari kebutuhan lebaran salah satunya pakaian tetap saja tidak terbendung, sama saja ketika di saat kondisi normal sebelum adanya Covid-19.

Baca juga : Minggu Terakhir Sebelum Lebaran, Pengunjung Simpur Center Membludak

Masyarakat tetap saja memenuhi tiap pusat perbelanjaan. Namun yang membuat miris tidak adanya protokol kesehatan. Meski pada memakai masker atau face shield, akan tetapi tidak ada jaga jarak antara satu dengan yang lainnya.

Bahkan petugas keamanan setempat pun tidak mampu mengatasinya, karena kedatangan pengunjung sudah terlalu ramai dan tidak dapat dibendung lagi untuk mengatur protokol kesehatan.

Ramainya pengunjung salah satunya terlihat di mal Simpur Center yang terletak di Jalan Katamso, Bandar Lampung. Hampir seluruh toko di Simpur Center mulai dari lantai l sampai 4 dipadati pengunjung, terutama di toko menjual pakaian. Pengunjung terlihat saling berdesakan saat berbelanja pakaian maupun barang lainnya. Bahkan, ada banyak pengunjung yang tidak memakai masker.

Setiap orang yang memasuki Simpur Center juga tidak dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh petugas mal. Begitu juga tim satgas Covid-19 Kota Bandar Lampung tidak terlihat untuk mengatur atau memberikan himbauan ke pengunjung agar menerapkan protokol kesehatan.

Pengunjung mal bukan hanya berasal dari Kota Bandar Lampung, namun juga dari kabupaten lain.

Inilah yang menjadi kekhawatiran akan makin meluasnya penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Yang menjadi pertanyaan apakah rasa kekhawatiran ini tidak ada oleh mereka yang rela berdesak-desakan, atau rasa khawatir itu kalah dengan keinginan untuk tetap membeli kebutuhan lebaran?

Mari sebisa mungkin kita tumbuhkan kesadaran untuk pentingnya menerapkan protokol kesehatan saat dimanapun. Karena selain menjaga diri, juga kitab harus menjaga orang-orang yang kita cintai dari serangan Covid-19.

Bahwa perlu diingat, pandemi belum berakhir. Kita sambut hari kemenangan dengan bahagia tanpa ada peningkatan kasus Covid di Provinsi Lampung. (*)