• Rabu, 12 Mei 2021

TAJUK - Belajar dari India

Senin, 03 Mei 2021 - 07.46 WIB
26

Tajuk. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co - Lonjakan angka kematian akibat virus Corona di India bisa menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Di negara itu, gelombang kedua penularan yang dahsyat dipicu oleh keputusan populis politikus demi kepentingan elektoral mereka

India sempat mendapat pujian internasional karena menangani pandemi dengan vaksinasi yang masif.  Namun pemicu adalah perayaan hari besar agama. Pada tanggal 12 April lalu umat hindu menyambut festival Kumbh Mela atau mandi bersama di sungai Gangga.

Ritual yang digelar 12 tahun sekali itu diikuti sampai 3 juta orang tanpa protokol kesehatan ketat.Perdana menteri India pun bahkan memperparah keadaan dengan mengizinkan pertandingan kriket yang ditonton 13 ribu orang .

 Belajar dari India,Pemerintah Indonesia mesti secara ketat mengawasi mereka. Larangan mudik lebaran merupakan keputusan yang tepat . Namun yang terjadi, jumlah penumpang di pelabuhan Bakauheni mengalami kenaikan drastis.

Berdasarkan data produksi angkutan lebaran tahun 2021 di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Bakauheni, pada Sabtu (1/5) pukul 08.00 WIB sampai Minggu (2/5) pukul 08.00 WIB (24 jam) atau H-12 Lebaran, trip yang dilayani Pelabuhan Bakauheni sebanyak 109 trip. Sebagai perbandingan pada pada hari tahun 2020 hanya 65 trip atau terjadi peningkatan sebanyak 68 persen.

Peningkatan terjadi pada penumpang pejalan kaki. Jika pada H-12 Lebaran 2020 jumlah penumpang pejalan kaki hanya 132 orang, sementara pada H-12 Lebaran 2021 jumlah penumpang pejalan kaki sebanyak 693 orang atau mengalami peningkatan sebanyak 425 persen. Jumlah kendaraan roda dua sebanyak 331 unit atau mengalami peningkatan sebanyak 8.275 persen.

Kemudian pada kendaraan roda empat (pribadi dan pickup) yang menyeberang melalui pelabuhan ASDP Bakauheni pada H-12 Lebaran 2021 sebanyak 2.344 unit atau mengalami peningkatan sebanyak 269 persen. Peningkatan signifikan terjadi pada kendaraan bus sebanyak 332 unit yang menyeberang atau naik 33.200 persen.

Peningkatan penumpang juga terjadi di Pelabuhan ASDP Merak, terlihat dari banyaknya penumpang yang turun dari kapal di Pelabuhan Bakauheni, baik itu pejalan kaki, roda dua, maupun roda empat.

Data produksi angkutan lebaran tahun 2021 di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Merak mencatat, jumlah penumpang jalan kaki yang menyeberang dari Pulau Jawa ke pulau Sumatera sebanyak 2.300 orang. Sementara jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang sebanyak 2.810 unit, dan kendaraan roda empat sebanyak 4.365 unit.

Meskipun mengalami peningkatan penumpang, belum terjadi penumpukan penumpang maupun kendaraan yang berarti di Pelabuhan ASDP Bakauheni, baik itu yang mau menyeberang ke pulau Jawa maupun sebaliknya.

Para penumpang yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni diwajibkan melakukan tes Genose C19 atau menunjukkan surat hasil Rapid Antigen yang dilakukan kurang dari 1x24 jam.

Kita seharusnya belajar dari India, agar Pemerintah dengan tegas melarang mudik, dan memberikan pemaham kepada masyarakat agar tidak mudik. Sebab dengan adanya mudik maka lonjakan pasien covid-19 di daerah atau kampung halaman bertambah banyak. (*)

Video KUPAS TV : AGROWISATA UNILA DIBUKA, BISA NGABUBURIT SAMBIL PETIK MELON