• Rabu, 12 Mei 2021

Catat, Biaya Tes GeNose C19 di Pelabuhan Bakauheni Rp 40 Ribu

Senin, 03 Mei 2021 - 15.54 WIB
51

Loket tes GeNose C19 di Pelabuhan ASDP Bakauheni. Foto: Imanuel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Para penumpang yang akan menyeberang melalui pelabuhan ASDP Bakauheni diwajibkan untuk melakukan tes GeNose C19 dengan biaya sebesar Rp40.000, atau menunjukkan surat hasil Rapid Antigen yang dilakukan kurang dari 1x24 jam.

Pelaksanaan tes GeNose C19 itu dilakukan oleh Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang kemudian menggandeng klinik Taradita 48 yang berasal dari Jakarta Timur.

"Jadi kita ini ngikutin aturan yang dikeluarkan pemerintah, untuk biayanya itu sebesar Rp40.000," kata koordinator tes GeNose C19 di Pelabuhan ASDP Bakauheni, Riki, Senin (03/05/2021).

Sebelum melakukan tes GeNose C19, penumpang terlebih dahulu diminta melakukan puasa selama 30 menit.

"Hasilnya itu enggak nyampai 2 menit. Jadi setelah penumpang itu meniup kantong udara dan hasilnya negatif, maka hasilnya dapat langsung discan di google menggunakan barcode yang kita kasih ketika penumpang mendaftar," tuturnya.

Apabila didapati hasil positif, maka penumpang akan dilakukan tes ulang 30 menit, kemudian melakukan rapid antigen.

"Kalau positif lagi, langsung kita masukkan ke ruang isolasi dan diserahkan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan, semua ruangan sudah siap," jelasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan menunjukkan terlebih dahulu kantong udara yang masih tersegel kepada penumpang sebelum penumpang meniup kantong udara tersebut.

"Kalau pernah digunakan, barcode pasti akan terbaca pernah digunakan ketika discan," jelasnya.

Riki menambahkan, pihaknya menyediakan sebanyak 10 alat GeNose di Pelabuhan Bakauheni. Dimana 5 alat diletakkan di loket penumpang reguler dan 5 di loket penumpang eksekutif.

"Itu masing-masing 5 petugas kesehatannya. Rencana nanti di Kalan Tol Trans Sumatera KM 20 akan kami adakan juga, biar enggak ada penumpukan di Bakauheni," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : PEMDA HARUS SIAPKAN MOBIL SAMSAT KELILING UNTUK DAERAH PELOSOK! (BAGIAN 2)